Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang
- account_circle Lampung77
- calendar_month 50 menit yang lalu
- print Cetak

Rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LAMPUNG77.com – Rombongan jurnalis dan awak speedboat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda sekitar Gunung Anak Krakatau belum ditemukan hingga pencarian hari ke-7.
Tim SAR Gabungan kemudian memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR tersebut selama tiga hari ke depan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengatakan keputusan tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur Tim SAR Gabungan.
Baca Juga: Tim SAR Temukan Life Jacket Saat Cari Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda
“Berdasarkan hasil evaluasi bersama, operasi SAR terhadap delapan korban tersebut akan dilanjutkan selama tiga hari ke depan. Tim SAR Gabungan akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia dengan mempertimbangkan perkembangan situasi, kondisi cuaca, serta hasil evaluasi operasi di lapangan,” kata Al Amrad, dalam keterangannya, Senin (14/9/2026) malam.
“Kami berharap upaya ini dapat membuahkan hasil dan delapan korban segera ditemukan,” lanjut Al Amrad.
Baca Juga: Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau di Lampung: Warga Keluhkan Mata Perih hingga Imbauan BPBD
Operasi SAR Hari ke-7
Al Amrad mengungkapkan pada pelaksanaan operasi SAR hari ke-7, Tim SAR Gabungan membagi wilayah pencarian menjadi tujuh sektor, terdiri dari enam sektor pencarian laut dengan melibatkan 20 kapal dan satu sektor pencarian udara menggunakan satu unit helikopter.
Berdasarkan laporan operasi, luas area pencarian di permukaan laut mencapai 4.586 NM², sedangkan sektor udara mencapai 2.063 NM², dengan total area pencarian sekitar 6.649 NM².
Sedangkan dalam pencarian sektor udara, lanjutnya, helikopter HR 3604 melaksanakan penyisiran selama kurang lebih dua jam. Helikopter lepas landas dari Helipad Lapang Carita pada pukul 11.58 WIB dan melakukan pencarian di wilayah Perairan Selat Sunda bagian selatan hingga kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Selanjutnya, helikopter kembali ke Helipad Lapang Carita pada pukul 13.57 WIB.
“Pelaksanaan operasi SAR hari ketujuh berlangsung dalam kondisi cuaca berawan, dengan angin bertiup dari arah tenggara berkecepatan 10–20 knot dan ketinggian gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter. Meskipun seluruh unsur SAR telah melaksanakan penyisiran di sektor masing-masing, hingga akhir operasi belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan korban,” ujarnya.
Adapun unsur SAR yang terlibat dalam pencarian antara lain HR 3604, tiga unit KRI, satu unit KAL, satu unit RBB, delapan unit kapal KP Polairud, tiga unit KN SAR dari Banten, Lampung, dan Jakarta, dua unit RIB, serta dua unit KN KPLP, yaitu KN Damaru dan KN Jembio.
Diberitakan sebelumnya, speedboat yang membawa rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dari titik terdekat yang aman di Perairan Selat Sunda.
Speedboat tersebut dilaporkan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Total ada 8 orang yang berada dalam speedboat tersebut.
Delapan orang itu terdiri dari dua awak kapal, seorang guide, serta lima jurnalis. Mereka yakni Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima orang jurnalis, yaitu M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis freelance).
Baca Juga: Speedboat Rombongan Jurnalis Hilang Kontak Saat Hendak Meliput Erupsi Anak Krakatau
(Yar/P1)
- Penulis: Lampung77
