Breaking News
light_mode

Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau di Lampung: Warga Keluhkan Mata Perih hingga Imbauan BPBD

  • account_circle Iyar Jarkasih
  • calendar_month 49 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAMPUNG77.com – Sejumlah wilayah Lampung diguyur hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak Sabtu (5/9/2026) sore hingga malam hari.

Informasi yang dihimpun, sebaran abu vulkanik GAK di antaranya melanda wilayah Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, hingga Pesisir Barat.

Di Bandar Lampung, paparan abu vulkanik menempel pada kendaraan-kendaraan yang terparkir hingga di teras dan bagian dalam rumah warga. Kondisi tersebut nyaris terjadi merata di wilayah Ibu Kota Provinsi Lampung ini.

Baca Juga: Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas di Lampung hingga Jakarta

Sejumlah pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor juga mengeluh perih di mata akibat paparan abu vulkanik anak krakatau tersebut.

“Berasa perih banget di mata, jadi ini menepi dulu,” ujar Bayu, pengendara motor saat melintas di Jalan Pengerann Antasari, Bandar Lampung, tadi malam.

Sementara itu, warga Way Kandis, Bandar Lampung, Dwi mengatakan teras rumahnya penuh dengan sebaran abu vulkanik.

“Banyak sekali debu abu vulkaniknya di lantai teras depan rumah dari tadi malam. Pagi ini masih bersih-bersih rumah,” ujar Dwi, Minggu (6/9/2026).

Imbauan BPBD Lampung

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung mengimbau masyarakat untuk mewaspadai paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Berikut imbauan dari BPBD Lampung seperti dilihat Lampung77.com di laman instagram resminya, Minggu (6/9/2026):

1. Jangan keluar rumah apabila tidak mendesak guna menghindari paparan abu.

2. Jauhi area dalam radius minimal 5 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

3. Gunakan masker atau kain basah bila harus beraktivitas di luar ruangan.

4. Tutup jendela, pintu, dan ventilasi supaya abu tidak masuk ke dalam rumah.

5. Bersihkan abu yang menempel dengan air dan hindari menyapu secara kering.

6. Jaga kesehatan dan segera ke fasilitas kesehatan jika terjadi gangguan pernapasan atau iritasi.

7. Jauhi daerah pantai dan pesisir.

8. Siapkan tas siaga bencana (berkas, peralatan, dan obat-obatan penting).

9. Pantau informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan BPBD Lampung untuk info gempa realtime serta update status Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga: Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga

(Yar/P1)

  • Penulis: Iyar Jarkasih
expand_less