Breaking News
light_mode

Pencarian Hari ke-7 Jurnalis Hilang, Tim SAR Kerahkan Unsur Laut, Darat dan Udara

  • account_circle Lampung77
  • calendar_month 45 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAMPUNG77.com – Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang di Perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyampaikan pada pencarian hari ke-7, Senin (14/7/2026), operasi SAR terus dioptimalkan melalui pengerahan berbagai unsur dan perluasan sektor pencarian di Perairan Selat Sunda.

“Memasuki hari ke-7, kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mencari dan menemukan delapan korban yang masih hilang. Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian secara terkoordinasi dengan membagi wilayah operasi ke dalam beberapa sektor, serta melibatkan unsur laut, udara, dan darat,” kata Al Amrad, dalam keterangannya.

Baca Juga: Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas di Lampung hingga Jakarta

Menurutnya, delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari dua awak kapal, seorang guide, serta lima jurnalis. Mereka yakni Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima orang jurnalis, yaitu M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis freelance).

Pada pelaksanaan operasi SAR hari ke-7 ini, kata Al Amrad, pencarian dimulai pukul 07.00 WIB dengan membagi wilayah operasi menjadi tujuh sektor, yaitu Sektor X seluas 831 NM², Sektor Z seluas 512 NM², Sektor V seluas 1.182 NM², Sektor W seluas 1.167 NM², Sektor U seluas 481 NM², Sektor Y seluas 413 NM², serta Sektor H seluas 2.063 NM².

Pencarian di masing-masing sektor melibatkan sejumlah unsur laut, di antaranya KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Leuser, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta sejumlah kapal patroli lainnya.

Selain pencarian melalui jalur laut, operasi SAR juga didukung unsur udara berupa helikopter HR 3604 dan dua unit drone thermal Basarnas. Sedangkan dukungan darat melibatkan personel serta sarana prasarana dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan berbagai potensi SAR lainnya.

Ia menambahkan bahwa operasi pencarian dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi cuaca di wilayah perairan Selat Sunda. Berdasarkan laporan rencana operasi, cuaca berawan, angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10–20 knot, serta tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter.

Al Amrad menegaskan bahwa keselamatan seluruh personel tetap menjadi perhatian utama selama pelaksanaan operasi.

“Kami mengimbau seluruh unsur SAR Gabungan untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan pencarian. Kami juga memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar upaya pencarian terhadap delapan korban ini dapat segera membuahkan hasil,” pungkasnya.

Baca Juga: Speedboat Rombongan Jurnalis Hilang Kontak Saat Hendak Meliput Erupsi Anak Krakatau

(Yar/P1)

  • Penulis: Lampung77
expand_less