Tim SAR Temukan Life Jacket Saat Cari Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda
- account_circle Lampung77
- calendar_month 41 menit yang lalu
- print Cetak

Tim SAR menemukan life jacket saat melakukan pencarian bombongan jurnalis yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda. (Foto: Dok. Basarnas Banten)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LAMPUNG77.com – Tim SAR Gabungan menemukan life jacket dan pelampung saat melakukan pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda atau sekitar Gunung Anak Krakatau.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengatakan setiap temuan di lapangan akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya pencarian.
“Temuan life jacket dan pelampung ini menjadi perhatian bagi kami. Namun, kami masih melakukan verifikasi untuk memastikan apakah barang tersebut berkaitan dengan survivor yang sedang kami cari. Setiap informasi dan temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti secara maksimal,” kata Al Amrad, dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga: Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau di Lampung: Warga Keluhkan Mata Perih hingga Imbauan BPBD
Ia menyebutkan pada pencarian hari ketiga ini, Tim SAR Gabungan membagi wilayah operasi menjadi enam sektor dengan total luas sekitar 2.483 nautical mile persegi. Pencarian dilakukan secara intensif di sejumlah wilayah di sekitar Gunung Anak Krakatau hingga perairan sebelah tenggara, utara, barat daya, dan barat laut Gunung Anak Krakatau.
Dalam pencarian di Sektor F, kata Al Amrad, KAL Anyer menemukan sebuah life jacket pada pukul 15.32 WIB. Temuan tersebut berada di koordinat 06°04’30.00″ LS. Sementara itu, pada laporan operasi juga tercatat temuan pelampung di koordinat 06°17’26.40″ LS, 105°22’42.00″ BT.
“Kedua temuan tersebut masih dalam proses verifikasi untuk memastikan apakah memiliki keterkaitan dengan delapan orang yang sedang dalam pencarian,” ujarnya.
Sementara itu, hasil penyisiran di Sektor A, B, C, D, dan E masih nihil. Tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia, termasuk dukungan udara melalui Helikopter HR 3604.
Kondisi cuaca di wilayah operasi dilaporkan cerah berawan tebal, angin dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 15 knot, serta tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter.
“Kami terus melakukan pencarian dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi cuaca di lapangan. Keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas. Kami berharap temuan ini dapat memberikan titik terang dan seluruh korban segera ditemukan,” pungkas Al Amrad.
Hingga akhir Operasi SAR hari ketiga, delapan orang masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan terus melakukan evaluasi terhadap seluruh hasil pencarian untuk menentukan strategi operasi selanjutnya.
Pencarian melibatkan berbagai unsur dan sarana, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Karambit, KP Sanjaya, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, KM Aruphadatu, Helikopter HR 3604, serta unsur TNI, Polri, BPBD, Potensi SAR, nelayan dan masyarakat.
Diberitakan sebelumnya, speedboat yang membawa rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dari titik terdekat yang aman di Perairan Selat Sunda.
Speedboat tersebut dilaporkan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Total ada 8 orang yang berada dalam speedboat tersebut.
Delapan orang itu terdiri dari dua awak kapal, seorang guide, serta lima jurnalis. Mereka yakni Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima orang jurnalis, yaitu M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis freelance).
Baca Juga: Speedboat Rombongan Jurnalis Hilang Kontak Saat Hendak Meliput Erupsi Anak Krakatau
(Yar/P1)
- Penulis: Lampung77

