Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Pencarian Hari ke-9 Jurnalis Hilang, Tim SAR Sisir Perairan Lampung hingga Bengkulu

Pencarian Hari ke-9 Jurnalis Hilang, Tim SAR Sisir Perairan Lampung hingga Bengkulu

  • account_circle Lampung77
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026 - 09:30 WIB

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAMPUNG77.com – Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Pada pencarian hari ke-9, Rabu (16/9/2026), Tim SAR memperluas pencarian dengan menyisir total luas area 3.439 mil laut di antaranya di Perairan Lampung hingga Bengkulu.

Sampai saat ini, sebanyak delapan orang yang terdiri dari 5 jurnalis, 2 awak, dan 1 pemandu atau guide yang berada di dalam speedboat Arupadhatu masih dalam pencarian. Mereka yakni Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima orang jurnalis, yaitu M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis freelance).

Baca Juga: Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau di Lampung: Warga Keluhkan Mata Perih hingga Imbauan BPBD

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengungkapkan pada pelaksanaan operasi SAR hari kesembilan, Tim SAR Gabungan mengerahkan 22 alat utama sistem pertolongan (alut) air. Pencarian dibagi menjadi delapan sektor laut dengan total luas area sekitar 3.439 mil laut persegi.

Sektor A dengan luas 511 mil laut persegi akan disisir oleh KRI Dewa Kembar dan KP Sanjaya. Sektor B seluas 539 mil laut persegi melibatkan KN SAR Basudewa. Selanjutnya, sektor C dengan luas 585 mil laut persegi akan dilakukan oleh KRI Leuser.

Kemudian, sektor D seluas 319 mil laut persegi, pencarian melibatkan KN SAR Antasena dan KRI Lepu. Sektor E dengan luas 271 mil laut persegi akan disisir oleh RIB 02 Lampung dan KAL Pahowang. Sementara itu, sektor F seluas 265 mil laut persegi melibatkan sejumlah kapal KP Polairud.

Lalu, Sektor G dengan luas 282 mil laut persegi akan dilakukan oleh KAL Anyer, RBB Pulau Peucang, dan RIB 02 Banten. Sedangkan sektor H dengan luas 667 mil laut persegi melibatkan KN SAR Tetuka, KRI Kerambit, KRI Teluk Gilimanuk, dan KN Damaru.

Selain pencarian menggunakan unsur laut, kata Al Amrad, Tim SAR Gabungan juga menyiapkan dua unit drone thermal Basarnas untuk mendukung pemantauan udara. Penggunaan drone diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan keberadaan korban, bagian kapal, maupun benda lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Tim SAR Gabungan juga melakukan pemapelan kepada Kantor SAR Bengkulu untuk melaksanakan pencarian dan pemantauan di wilayah pesisir Pulau Enggano serta Perairan Bengkulu. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan adanya pergerakan korban atau benda yang terbawa arus laut.

Al Amrad menyampaikan bahwa pencarian akan terus dioptimalkan melalui pembagian sektor dan pengerahan berbagai unsur SAR, baik dari Basarnas, TNI, Polri, maupun potensi SAR lainnya.

“Pada hari kesembilan ini, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian dengan mengerahkan 22 alut air yang dibagi ke dalam delapan sektor laut. Pencarian juga didukung oleh dua unit drone thermal Basarnas serta pemantauan di wilayah pesisir Pulau Enggano dan Perairan Bengkulu melalui pemapelan kepada Kantor SAR Bengkulu,” ujar Al Amrad, dalam keterangannya, hari ini.

Ia menambahkan bahwa seluruh unsur SAR tetap mengutamakan keselamatan personel dengan memperhatikan kondisi cuaca dan perkembangan situasi di lapangan. Pada pelaksanaan operasi hari kesembilan, kondisi cuaca diperkirakan cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah tenggara berkecepatan 10 hingga 20 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 3,5 meter.

“Kami akan terus menindaklanjuti setiap informasi yang berpotensi berkaitan dengan keberadaan delapan korban. Seluruh unsur diminta melaksanakan pencarian secara maksimal, tetap waspada terhadap kondisi angin dan gelombang, serta mengutamakan keselamatan selama operasi berlangsung,” pungkasnya.

Baca Juga: Speedboat Rombongan Jurnalis Hilang Kontak Saat Hendak Meliput Erupsi Anak Krakatau

(Yar/P1)

  • Penulis: Lampung77
expand_less