LAMPUNG77.com – Jajaran pengurus KONI Banten melakukan kunjungan kerja ke Lampung untuk membangun komunikasi dan memperkuat kolaborasi guna menyukseskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032.
Ketua KONI Banten, Agus Rasid, mengatakan bahwa kolaborasi adalah kunci utama. Menurutnya, format tuan rumah bersama menuntut koordinasi yang jauh lebih intens dibandingkan penyelenggaraan di satu provinsi seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kedatangan kami dalam rangka membangun komunikasi antara Banten dan Lampung untuk perhelatan PON 2032. Tujuannya satu, harus sukses bersama. Jika Lampung sukses, Banten sukses, dan begitu juga sebaliknya,” kata Agus Rasid, dalam keterangannya saat berkunjung ke KONI Lampung, Rabu (29/4/2026).
Ia mengungkapkan tim verifikasi dari KONI Pusat telah meninjau kesiapan sarana dan prasarana di kedua provinsi. Hasil penilaian menunjukkan bahwa Lampung dan Banten telah dinyatakan memenuhi syarat untuk menyelenggarakan pesta olahraga terbesar di Tanah air tersebut.
Agus Rasid juga memuji fasilitas olahraga di Lampung yang dinilainya sangat hidup dan aktif digunakan oleh masyarakat, seperti gelanggang olahraga dan lapangan sepak bola yang berada tepat di area kantor KONI Lampung.
Baca Juga: Ini 21 Cabor dan Venue yang Bakal Gelar Pertandingan PON 2032 di Lampung
Sementara itu, Ketua KONI Lampung Taufik Hidayat, menyambut positif dan mengusulkan pembentukan Forum Bersama. Menurutnya, wadah ini nantinya akan berfungsi untuk menyelaraskan persiapan teknis agar setiap langkah yang diambil kedua provinsi tetap seirama dan memenuhi standar nasional.
“Kita ingin antara Lampung dan Banten punya frekuensi dan kesiapan yang sama. Forum bersama ini akan memastikan semua persiapan, baik di Lampung maupun Banten, menjadi satu kesatuan yang utuh,” kata Taufik.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak saling memberikan apresiasi terhadap infrastruktur masing-masing. Banten diunggulkan dengan adanya Banten International Stadium serta kedekatan geografis dengan ibu kota yang mendukung aksesibilitas. Sedangkan Lampung diapresiasi karena pemeliharaan sarana olahraga yang aktif dan komitmen tinggi dalam memupuk atlet masa depan melalui fasilitas yang terintegrasi.
Dengan semangat kebersamaan ini, Lampung dan Banten optimistis dapat memberikan standar penyelenggaraan PON yang berkualitas dan meninggalkan warisan (legacy) positif bagi dunia olahraga di kedua provinsi.
Baca Juga:
KONI Lampung Kunjungi Kemenpora Bahas Pencalonan Tuan rumah PON 2032
(Rls/Yar/P1)



