LAMPUNG77.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mendesak pemerintah daerah segera mencari solusi terkait pembangunan sarana dan prasarana olahraga pengganti GOR Saburai melalui pihak ketiga.
Pembangunan fasilitas olahraga pengganti GOR Saburai ini guna mendukung persiapan Lampung yang kini tengah mencalonkan diri menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032 bersama Banten.
Seperti diketahui, GOR Saburai sebelumnya dibongkar dan kini telah dibangun Masjid Raya Al-Bakrie. Namun, sampai saat ini belum ada pengganti pembangunan gedung olahraga tersebut.
“Untuk itu, pihak KONI mendesak agar hal tersebut segera direalisasikan agar dapat dipergunakan sebagai venue maupun sarana latihan bagi atlet berbagai cabor,” kata Riagus Ria, Wakil ketua II KONI Lampung, dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, KONI Lampung saat ini menetapkan skala prioritas dalam pembangunan fisik terkait rencana pembagian venue pertandingan tuan rumah PON 2032 bersama Provinsi Banten.
Riagus Ria menjelaskan, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh cabor yang dijadwalkan bertanding di wilayah Lampung memiliki fasilitas yang layak.
”Dari 56 cabor wajib, sudah kita bagi dengan Banten. Kita dahulukan cabor-cabor yang bertanding di Lampung sebagai skala prioritas. Bukan berarti mengabaikan yang lain, tapi yang bertanding di Banten pengerjaannya menyusul,” jelasnya.
Pembangunan fasilitas olahraga sebagai pengganti GOR Saburai ini dianggap mendesak karena minimnya tempat latihan bagi para atlet saat ini. Rekomendasi tertulis mengenai daftar prioritas ini dijadwalkan akan segera diserahkan kepada dinas terkait.
Stadion Standar Nasional dan Venue Akuatik
KONI Lampung juga bergerak cepat dalam menyiapkan infrastruktur menyambut PON XXIII/2032. Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Dispora dan Dinas Cipta Karya, prioritas utama pembangunan akan difokuskan pada sarana yang memenuhi standar nasional dan internasional.
Wakil ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, menegaskan bahwa Lampung membutuhkan stadion utama yang mumpuni.
“Setidaknya kita harus membangun stadion standar nasional yang diperuntukkan selain untuk sepak bola, juga untuk upacara pembukaan/penutupan PON serta sarana atletik yang standar,” kata Riagus.
Selain stadion, pembangunan gedung khusus untuk cabang olahraga (cabor) senam, akuatik, menembak, kriket, hingga paramotor masuk dalam daftar prioritas. Langkah ini diambil berdasarkan hasil visitasi KONI Pusat agar fasilitas yang dibangun tidak meleset dari regulasi teknis masing-masing cabor.
Baca Juga:
Lampung-Banten Calon Tunggal Tuan Rumah PON 2032, Unila Siapkan Venue!
(Rls/Yar/P1)




