Lampung77.com
Rabu, 14 Januari 2026
  • Headline
  • Terpopuler
  • Wisata
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sepak Bola
  • Indeks
No Result
View All Result
Lampung77.com
  • Headline
  • Terpopuler
  • Wisata
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sepak Bola
  • Indeks
Lampung77.com
No Result
View All Result
  • Indeks
  • Terpopuler
  • Headline
  • Ekonomi
  • Sepak Bola
  • Wisata
  • Olahraga
  • Politik
  • Hikmah
  • Sosok
  • Entertainment
  • Hukum & Kriminal
  • Galery Foto
Home Headline

Kisah TKW Asal Lampung Timur Nurhayati, 16 Tahun Hilang Kontak, Jadi Korban Perbudakan

Round-Up

Andono
Kamis, 2 Juni 2022
in Headline, Lampung
A A
TKW Lampung Timur

Pihak keluarga menunjukkan foto Nurhayati, TKW asal Lampung Timur di Arab Saudi. (Foto: Andono)

Lampung77.com – Nurhayati, wanita berusia 36 tahun asal Lampung Timur ini adalah seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi.

Sudah belasan tahun, Nurhayati menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi. Ia menjadi PMI karena dorongan persoalan ekonomi keluarga.

Namun, nasib miris malah menghampirinya. Nurhayati diduga menjadi korban perbudakan. Ia dikabarkan tak diberikan akses komunikasi hingga gajinya selama belasan tahun tidak dibayar sang majikan.

Lantas, seperti apa kisah Nurhayati? Dirangkum dari pemberitaan Lampung77.com, Nurhayati merupakan warga Desa Sriwangi, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur.

Nurhayati bekerja sebagai PMI di Arab Saudi sejak tahun 2005. Namun, setahun kemudian atau pada tahun 2006, keberadaan Nurhayati bak ditelan bumi. Keluarganya hilang kontak dan tidak mengetahui kabar Nurhayati selama bertahun-tahun.

Kabar tentang Nurhayati akhirnya didapat pihak keluarga pada Mei 2022 atau berselang 16 tahun kemudian. Pihak keluarga akhirnya mendapat informasi soal keberadaan Nurhayati di Arab Saudi.

Awal kabar ditemukannya Nurhayati tersebut diterima pihak keluarga dari seorang pekerja sosial PMI di Lampung Timur. Saat dihubungkan melalui video call, isak tangis keluarga pun tak terbendung setelah mengetahui ternyata benar orang yang dihubungi mereka adalah Nurhayati, sosok yang selama ini mereka rindukan.

“(Nurhayati) berangkat bekerja di Arab Saudi pada tahun 2005 dan hanya 3 kali menghubungi keluarga. Kalau dulu melalui wartel (warung telekomunikasi). Sejak tahun 2006, kami hilang kontak,” kata Mistini, bibi Nurhayati.

Mistini menceritakan bahwa keponakannya itu mengadu nasib sebagai PMI ke Arab Saudi karena dorongan ekonomi. Terlebih, saat kedua orang tuanya berpisah, Nurhayati hanya tinggal dengan kedua adik dan neneknya.

“Tamat sekolah SMP, Nurhayati sebelumnya sempat sudah bekerja di Arab Saudi. Namun, 6 bulan kemudian dipulangkan karena majikannya meninggal dunia. Lalu, tahun 2005 berangkat kembali,” kata Mistini.

Mistini mengaku pihak keluarga sebelumnya sempat meminta pertolongan kepada dukun untuk mendapatkan keyakinan bahwa Nurhayati masih dalam keadaan baik-baik saja di perantauan.

Hal itu dilakukan lantaran agen atau orang yang memberangkatkan Nurhayati ke Arab Saudi kabarnya sudah meninggal dunia.

Baca Juga:
16 Tahun Hilang Kontak, Pekerja Migran Asal Lampung Timur Ditemukan di Arab Saudi

Diduga Jadi Korban Perbudakan

Pekerja Migran asal Lampung Timur jadi budak di Arab Saudi
Potret Nurhayati, pekerja Migran asal Lampung Timur yang diduga dijadikan budak di Arab Saudi. (Foto: Dok. BMI)

Selama belasan tahun hilang kontak di Arab Saudi, Nurhayati diduga menjadi korban perbudakan oleh sang majikan.

Ketua Umum DPP Garda Buruh Migran Indonesia (BMI), Imam Subali menyebutkan ada dua poin yang menjadi dasar indikasi terjadinya perbudakan terhadap Nurhayati di Arab Saudi.

“Mengenai indikasi telah terjadi pola perbudakan yang dilakukan oleh pihak majikan dari dua hal. Pertama, (Nurhayati) tidak diberi akses komunikasi dengan dunia luar,” kata Imam Subali, saat dihubungi, Kamis (2/6/2022).

“Kedua, gaji selama 15 tahun tidak dibayar oleh pihak majikan. Sehingga kami menganggap ini perbudakan nyata yang dilakukan oleh pihak majikannya kepada saudari kita Mbak Nurhayati,” lanjut Imam Subali.

Imam mendesak pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi, untuk mengambil langkah-langkah tegas dengan memperjuangkan hak-hak Nurhayati.

“Sekarang PMI (Nurhayati) sudah aman berada di KBRI dan pihak KBRI sudah mengambil langkah diplomatik sesuai kewenangannya,” ujar Imam.

Baca Juga:
Pilu, Pekerja Migran Asal Lampung Timur Belasan Tahun Jadi Budak di Arab Saudi

(Andono/Yar/P1)

Tag Arab SaudiLampung TimurPekerja MigranTKWTKW Asal Lampung Timur

BERITA TERKAIT

Ditangkap Polisi

Sempat Lepaskan Tembakan, Pelaku Curanmor Ditangkap di Lampung Timur

Jumat, 9 Januari 2026
PHE OSES

Program Sahabat Pesisir PHE OSES Perkuat UMKM di Lampung Timur

Jumat, 2 Januari 2026
Warga Desa Braja Asri Lampung Timur Berduka Usai Kadesnya Tewas Diserang Gajah Liar

Respons Warga Braja Asri Lampung Timur Usai Kadesnya Tewas Diserang Gajah Liar

Jumat, 2 Januari 2026
Jasad Pria di Sungai Way Sekampung Lampung Timur

Kronologi Penemuan Jasad Mengapung di Way Sekampung Lampung Timur

Selasa, 30 Desember 2025
Lihat Selanjutnya

BERITA TERBARU

Harga Emas 24 Karat di Bandar Lampung Hari Ini Rabu 14 Januari 2026

KONI Lampung Siapkan 7 Cabor Ikuti PON Beladiri 2026 di Sulawesi Utara

Info Cuaca BMKG, Hujan Petir dan Angin Kencang Landa 11 Wilayah Lampung Hari ini

Konflik Gajah-Manusia di Lampung Timur: Tuntutan Warga ke TNWK dan Respons Kemenhut

Kejati Ungkap Korupsi Anggaran Sekretariat DPRD Lampung Utara Rp 2,9 Miliar

Tabel: Jadwal Kapal Eksekutif Bakauheni Merak 13-15 Januari 2026

Harga Emas 24 Karat di Bandar Lampung Hari Ini Selasa 13 Januari 2026

Lihat Selanjutnya
Lampung77.com

© 2025 Lampung77.com

  • Tentang Kami
  • Media Siber

Tetap Terhubung

No Result
View All Result
  • Indeks
  • Terpopuler
  • Headline
  • Ekonomi
  • Sepak Bola
  • Wisata
  • Olahraga
  • Politik
  • Hikmah
  • Sosok
  • Entertainment
  • Hukum & Kriminal
  • Galery Foto

© 2025 Lampung77.com