Satu Warga Meninggal dan Puluhan Sakit Usai Tahlilan di Lampung Tengah
- account_circle Lampung77
- calendar_month Rabu, 16 Sep 2026 - 10:48 WIB

Polisi mengecek kondisi warga yang masih dirawat di rumah sakit usai menghadiri tahlilan di Lampung Tengah. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LAMPUNg77.com – Satu orang warga meninggal dunia dan puluhan lainnya sakit usai menghadiri tahlilan di Kampung Terbanggi Mulya, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
Seorang warga yang meninggal dunia berinisial N (42). Korban sebelumnya mengalami sejumlah keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi saat menghadiri acara tahlilan di rumah warga setempat Korban meninggal dunia saat menjalani perawatan di Klinik Mandala Medical Center, pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Sementara itu, sejumlah warga lainnya yang turut menghadiri acara tersebut juga mengalami keluhan serupa dan harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Puluhan Warga Tanggamus Lampung Keracunan Massal, Diduga Usai Konsumsi Bubur
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, melalui Kapolsek Seputih Mataram, AKP Junaidi, menjelaskan peristiwa itu bermula pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, warga menghadiri acara yasinan dan tahlilan di rumah salah seorang warga Kampung Terbanggi Mulya.
Usai kegiatan berlangsung, para jamaah kemudian dipersilakan menikmati hidangan yang telah disediakan oleh tuan rumah.
“Namun, sehari setelahnya, puluhan warga mulai mengalami berbagai keluhan kesehatan, seperti mual, muntah, diare, pusing, badan lemas hingga merasa dingin,” kata Kapolsek, dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).
Berdasarkan pendataan sementara, lanjutnya, puluhan warga tercatat mengalami keluhan kesehatan dengan tingkat gejala yang berbeda-beda.
“Sebagian warga mengalami diare, muntah, mual, pusing dan lemas. Mereka langsung mendapatkan penanganan medis, dan bagi yang kondisinya membutuhkan perawatan lebih lanjut dirawat di klinik,” ujarnya.
Kapolsek menegaskan, dugaan gangguan kesehatan tersebut masih dalam proses pendalaman. Kepolisian belum dapat memastikan penyebabnya sebelum adanya hasil pemeriksaan dari pihak terkait.
“Untuk penyebab pastinya masih kami dalami. Kami terus berkoordinasi dengan tenaga medis dan pihak terkait untuk mengetahui penyebab kejadian ini. Yang terpenting saat ini adalah memastikan warga yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan,” tegasnya.
Baca Juga: Penjelasan Dinkes Soal Dugaan Ratusan Siswa Keracunan MBG di Lampung Timur
(Yar/P1)
- Penulis: Lampung77
