LAMPUNG77.com – Mahout atau pawang gajah Lembaga Konservasi Taman Satwa Lembah Hijau Lampung kembali dilibatkan dalam kegiatan pengembangbiakan Gajah Sumatera. Kali ini, Mahout Lembah Hijau membantu upaya revitalisasi Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat, Bengkulu.
Dalam kegiatan itu, Mahout Lembah Hijau, Anton, bersama Ketua Forum Mahout, Nazaruddin, berbagi pengalaman dengan mahout di PLG Seblat, di anaranya dalam hal penanganan gajah masa musth.
Baca Juga:
Mahout Lembah Hijau Lampung Beri Pelatihan Breeding Gajah di PLG Seblat
Nazaruddin mengatakan pada masa musth, gajah cenderung berprilaku agresif sehingga sulit untuk melakukan breeding atau proses pengembangbiakan.
“Kami berbagi pengalaman dengan teman-teman di PLG Seblat bagaimana cara penanganan gajah masa musht. Dan bagaimana membreding gajah untuk peningkatan populasi,” kata Nazaruddin, dalam keterangannya, saat dihubungi, Rabu (22/7/2026).
Menurut Nazaruddin kegiatan semacam ini sebelumnya telah sering dilakukan pihaknya bersama mahout Lembah Hijau Lampung.
“Disamping berbagi pengalaman dengan kawan-kawan di tempat lain, mahout Lembah Hijau sebelumnya juga pernah ikut terlibat dalam kegiatan konservasi gajah seperti pemasangan GPS Collar hingga penanganan konflik gajah dan manusia di Bengkulu, Lampung, dan Jambi,” ujarnya.
“Untuk kegiatan di PLG Seblat ini kami laksanakan pada 20-24 Juli 2026,” pungkas Nazaruddin.

Sebelumnya, Mahout Lembaga Konservasi Lembah Hijau Lampung juga dilibatkan untuk membantu pengembangan breeding (pengembangbiakan) gajah di Kebun Binatang Tasta Zoo, Tabanan, Bali, pada 4-9 Juli 2026, lalu.
Baca Juga:
Mahout Lembah Hijau Lampung Bantu Breeding Gajah di Kebun Binatang Bali
Revitalisasi PLG Seblat
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho, mengatakan kehadiran mahout dari Lembaga Konservasi Lembah Hijau di PLG Seblat secara umum merupakan bagian dari upaya revitalisasi PLG Seblat.
“Diantaranya untuk meningkatkan kapasitas dan sharing knowledge pengelolaan gajah jinak serta penyusunan rekomendasi perbaikan pengelolaan,” kata Agung, saat dihubungi, Rabu (22/7/2026).
“Output yang diharapkan adalah meningkatnya kapasitas mahout, tersusunnya rekomendasi teknis yang sesuai dengan kondisi PLG Seblat, serta peningkatan aspek-aspek pengelolaan seperti kesehatan gajah, pakan, pelatihan, safety, dan pengembangbiakan gajah,” lanjutnya.

Lihat Juga:
FOTO: Bayi Gajah dan 2 Anak Harimau Sumatera Lahir di Lembah Hijau Lampung
Agung mengungkapkan alasan memilih untuk melibatkan mahout dari Lembah Hijau Lampung dalam upaya revitalisasi PLG Seblat tersebut.
“Lembaga Konservasi Lembah Hijau dipilih karena memiliki mahout yang berpengalaman dalam perawatan, pelatihan, dan pengelolaan gajah secara langsung serta telah berhasil mengembangbiakkan gajah,” kata Agung.
“Pengalaman praktis tersebut diharapkan dapat memberikan masukan bagi revitalisasi PLG Seblat. Ke depan, kami juga akan mengundang lembaga/institusi lain untuk berbagi expertise,” pungkasnya.
Baca Juga:
Mahout Lembah Hijau Lampung Bantu Breeding Gajah di Kebun Binatang Bali
(Yar/P1)




