LAMPUNG77.com – Mahout (pawang gajah) Taman Satwa Lembaga Konservasi Lembah Hijau Lampung membantu pengembangan breeding (pengembangbiakan) gajah di Kebun Binatang Tasta Zoo, Tabanan, Bali.
Ketua Forum Mahout, Nazaruddin, bersama Mahout Lembah Hijau Suparman, memberikan pelatihan dan berbagi pengalaman bersama mahout di Tasta Zoo selama sekitar seminggu yakni pada 4-9 Juli 2026.
Lihat Juga:
Video: Tingkah Lucu Gajah Rawana Saat Mandi di Lembah Hijau Lampung
Nazaruddin mengatakan dalam kegiatan “Rawana Berbagi” tersebut pihaknya memberikan pelatihan terkait penanganan gajah jinak hingga melakukan breeding. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Taman Satwa Lembah Hijau Lampung, BKSDA Bali, Kebaya Adhikari, dan Forum Mahout.
Menurut Nazaruddin kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan populasi gajah jinak ke depan.
“Di Tasta Zoo Bali ini kami berbagi pengalaman bagaimana cara penanganan gajah jinak dan bagaimana cara untuk melakukan breeding guna peningkatan populasi Gajah Sumatera di Bali,” kata Nazaruddin, saat dihubungi, Minggu (19/7/2026).
Selain itu, lanjut Nazaruddin, dalam kesempatan tersebut pihaknya juga memberikan pelatihan tentang cara penanganan gajah jantan yang sedang dalam masa musth . Pada masa musth ini, gajah cenderung agresif dan sulit melakukan breeding.
“Cara menangani gajah jantan dalam masa musth ini juga mencakup bagaimana pola makan, minum, dan mandi, itu tidak boleh kurang, harus dirawat seperti gajah yang lainnya. Jika tidak maksimal, bisa berdampak dan berpotensi terjadi hal-hal yang tak diinginkan pada gajah tersebut,” jelas Nazaruddin.
“Hasil dari pelatihan ini juga ke depan akan terus kita pantau dan dalam tiga bulan kita evaluasi,” pungkasnya.

Nazaruddin menambahkan kegiatan semacam ini sebelumnya juga telah seringkali dilakukan pihaknya bersama mahout Lembah Hijau Lampung.
“Disamping berbagi pengalaman dengan kawan-kawan di tempat lain, mahout Lembah Hijau sebelumnya juga pernah ikut terlibat dalam kegiatan konservasi gajah seperti pemasangan GPS Collar hingga penanganan konflik gajah dan manusia di Bengkulu, Lampung, dan Jambi,” pungkasnya.
Baca Juga:
Pertama di Sumatera, Bayi Gajah Lahir di Kebun Binatang Lembah Hijau Lampung
Breeding Gajah
Sementara itu, Mahout Lembah Hijau Lampung, Suparman mengatakan dalam kegiatan di Tasta Zoo tersebut selain memberikan pendampingan dalam penanganan gajah jinak, pihaknya juga berbagi pengalaman terkait peningkatan kapasitas mahout dalam aspek keselamatan, kesejahteran satwa (animal walfare), dan cara handling gajah yang sesuai dengan kaidah konservasi.
“Selama sekitar satu minggu saya mendampingi Pak Nazaruddin di Tasta Zoo, Tabanan, Bali, untuk berbagi pengalaman dengan mahout disana bagaimana cara breeding dan pengembangan kapasitas mahout,” kata Suparman.

Dalam hal breeding gajah jinak, kata Suparman, dua hal utama yang harus dilakukan adalah dengan sering menggabungkan gajah jantan dan betina, serta memperhatikan asupan nutrisi makanan.
“Untuk breeding gajah jinak ini, gajah jantan dan betina harus digabung, serta memperhatikan betul soal asupan makanan yang berguna untuk peningkatan kualitas sperma gajah jantan,” ujar Suparman.
Lihat Juga:
5 Potret Lucu Bayi Gajah Sumatera yang Baru Lahir di Lembah Hijau Lampung
Menurutnya dua hal tersebut telah dilakukan di Taman Satwa Lembah Hijau Lampung. Hasilnya, dalam kurun waktu sekitar 4 tahun, telah lahir dua ekor anak Gajah Sumatera dari indukan Mega dan Aris yaitu gajah jantan bernama Rawana lahir pada 7 Agustus 2022, dan terbaru anak gajah betina bernama Rut yang lahir pada 5 Juni 2026.
“Di Lembah Hijau sudah dua kali kelahiran anak gajah. Dan Pak Irwan Nasution (Komisaris Lembah Hijau) itu selalu memberikan suplemen dan buah-buahan yang luar biasa dalam menjaga asupan makanan untuk gajah,” kata Suparman.
“Selain itu, dalam keberhasilan program breeding gajah jinak ini, tentu kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua keberhasilan adalah hasil kerja sama tim yang baik,” lanjutnya.
Suparman yang telah menjadi mahout sejak 1998 ini berharap dengan adanya kegiatan di Tasta Zoo tersebut, keberlangsung konservasi gajah dapat terus terjaga dengan baik. Sehingga, ke depan bisa berdampak positif terhadap upaya peningkatan populasi gajah.
Baca Juga:
Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung Kunjungi Lembah Hijau, Lihat Bayi Gajah Sumatera Rut
(Yar/P1)




