Lampung77.com
Jumat, 23 Januari 2026
  • Headline
  • Terpopuler
  • Wisata
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sepak Bola
  • Indeks
No Result
View All Result
Lampung77.com
  • Headline
  • Terpopuler
  • Wisata
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sepak Bola
  • Indeks
Lampung77.com
No Result
View All Result
  • Indeks
  • Terpopuler
  • Headline
  • Ekonomi
  • Sepak Bola
  • Wisata
  • Olahraga
  • Politik
  • Hikmah
  • Sosok
  • Entertainment
  • Hukum & Kriminal
  • Galery Foto
Home Ekonomi

Harga Kedelai Mahal, Perajin Tempe di Lampung Timur Terpaksa Perkecil Ukuran

Andono
Minggu, 20 Februari 2022
in Ekonomi, Headline, Lampung
A A
Perajin Tempe di Lampung Timur

Perajin tempe di Lampung Timur. (Foto: Andono/Lampung77.com)

Lampung77.com – Akibat harga bahan baku kedelai mahal, perajin di Lampung Timur terpaksa memperkecil ukuran tempe.

Perajin tempe di Desa Rajabasa Baru, Kecamatan Mataram Baru, Lampung Timur, Mustofah (59) mengaku tak punya pilihan selain memperkecil tempe yang diproduksinya.

Menurutnya, dengan mahalnya harga bahan baku kedelai saat ini, ia terpaksa mengecilkan ukuran tempe lantaran tingginya biaya produksi.

Mustofah mengatakan dalam beberapa bulan terakhir ini, harga kedelai terus merangkak naik dari harga standar Rp8.000 hingga kini mencapai Rp 11.500.

“Terakhir beli (kedelai) di harga Rp 11.500. Naik terus sedikit demi sedikit,” kata Mustofah, saat ditemui di kediamannya, Minggu (20/2/2022).

Mustofah mengaku sudah 30 tahun menggeluti usahanya itu. Dalam produksi tempe, Dia menyetok kedelai sekitar 350 Kg dalam seminggu.

Per hari, Mustofah mengaku bisa menghabiskan 50 Kg kedelai dengan melalui proses menjadi tempe hingga 5 hari.

“50 Kg kedelai kedelai bisa jadi 1.500 bungkus tempe ukuran sedang. Di jual seharga Rp800 hingga Rp1000 ke pedagang atau ke warga langsung,” ujar Mustofah.

Menurutnya, kenaikan harga bahan baku kedelai saat ini secara perlahan dan terus-menerus berdampak pada berkurangnya keuntungan yang didapat. Bahkan, semakin menambah besar biaya modal yang dikeluarkannya untuk membeli bahan baku tempe tersebut.

Agar tidak merugi dan menjaga agar usahanya itu tetap berjalan, Mustofah mengaku tak punya pilihan lain yakni mengurangi ukuran tempe yang dijualnya. Sehingga, lama-lama ukuran tempe lebih mengecil.

“Ya mau gimana lagi, gak ada pilihan lain lagi. Sebenarnya enggak mau melakukanya (perkecil ukuran tempe) karena takut pelanggan kecewa,” pungkasnya.

Baca Juga: Minyak Goreng Langka, Pelaku UMKM di Lampung Timur Setop Produksi Kerupuk

(Andono/Yar/P1)

Tag EkonomiHarga Kedelai MahalHeadlineLampungLampung TimurPerajin Tempe di Lampung TimurTempe

BERITA TERKAIT

Warga Ngamuk di Lampung Timur

Geger, Warga Ngamuk Bawa Senjata Tajam dan Naik Atap Rumah di Lampung Timur

Kamis, 22 Januari 2026
HMNI Lampung Timur

Agustinus Trihandoko Nahkodai HMNI Lampung Timur, Dorong Digitalisasi Nelayan

Kamis, 22 Januari 2026
Gerakan Tanam Padi Serentak di Lampung Timur

Gerakan Tanam Padi Serentak di Lampung Timur Perkuat Ketahanan Pangan

Selasa, 20 Januari 2026
Nelayan Hilang Terjatuh ke Laut di Lampung Timur

Tim SAR Hentikan Pencarian Nelayan Hilang Terjatuh ke Laut di Lampung Timur

Jumat, 16 Januari 2026
Lihat Selanjutnya

BERITA TERBARU

Geger, Warga Ngamuk Bawa Senjata Tajam dan Naik Atap Rumah di Lampung Timur

Pencurian Kabel Listrik di Way Kanan Lampung Terungkap, PLN Rugi Rp 1 Miliar

Harga Emas 24 Karat di Bandar Lampung Hari Ini Kamis 22 Januari 2026

PAN Bandar Lampung Usung Target Besar di Pileg 2029

Update Terbaru Jadwal Kapal Eksekutif Bakauheni Merak 22-25 Januari 2026

Agustinus Trihandoko Nahkodai HMNI Lampung Timur, Dorong Digitalisasi Nelayan

Info Cuaca BMKG, Berikut Wilayah Lampung Berpotensi Hujan dan Angin Kencang Hari Ini

Lihat Selanjutnya
Lampung77.com

© 2025 Lampung77.com

  • Tentang Kami
  • Media Siber

Tetap Terhubung

No Result
View All Result
  • Indeks
  • Terpopuler
  • Headline
  • Ekonomi
  • Sepak Bola
  • Wisata
  • Olahraga
  • Politik
  • Hikmah
  • Sosok
  • Entertainment
  • Hukum & Kriminal
  • Galery Foto

© 2025 Lampung77.com