Lampung Alami Inflasi 0,54 Persen pada Oktober 2026
- account_circle Lampung77
- calendar_month Selasa, 3 Nov 2026 - 07:35 WIB

Pedagang di pasar Bandar Lampung. (Foto: Achmad Akbar Kurnia)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LAMPUNG77.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada Oktober 2026 mengalami inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,54 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang mengalami inflasi 0,23 persen.
Pranata Komputer Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Hermawan Prasetyo mengungkapkan secara kumulatif, inflasi tahun kalender (c-to-c) hingga Oktober 2026 mencapai 2,86 persen. Menurutnya, dari 11 kelompok pengeluaran, 9 kelompok memberikan andil inflasi.
“Inflasi m-to-m tertinggi dialami oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 1,24 persen dengan andil sebesar 0,41 persen terhadap inflasi umum. Sedangkan inflasi terendah dialami Kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,04 persen,” kata Himawan, dalam Siaran Pers yang diterima, Selasa (3/11/2026).
Baca Juga: Harga Emas di Bandar Lampung Makin Anjlok, Catat Rekor Terendah Lagi
Ia menyebutkan lima komoditas utama penyumbang andil inflasi m-to-m Oktober 2026 adalah Cabai Merah (0,22 persen), Bawang Merah (0,07 persen), Tomat (0,04 persen), Beras (0,04 persen), dan Cabai Rawit (0,04 persen).
Sedangkan lima komoditas yang menahan laju inflasi (andil deflasi m-to-m) adalah Terong (-0,03 persen), Daging Ayam Ras (-0,02 persen), Minyak Goreng (-0,02 persen), Emas Perhiasan (-0,02 persen), dan Jagung Manis (-0,01 persen).
“Secara tahunan (y-on-y), Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 3,83 persen pada Oktober 2026 dibandingkan Oktober 2025 (lebih tinggi dari Oktober 2025 yang sebesar 1,20 persen),” ujarnya.
Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi dialami Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (5,82 persen; andil 0,39 persen), namun penyumbang utama inflasi tahunan tetap Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (5,12 persen; andil 1,74 persen).
Lima komoditas utama penyumbang andil inflasi y-on-y adalah Beras (0,39 persen), Bensin (0,29 persen), Cabai Rawit (0,20 persen), Minyak Goreng (0,17 persen), dan Cabai Merah (0,16 persen). Sedangkan komoditas penahan laju inflasi y-on-y adalah Bawang Merah (-0,13 persen), Telur Ayam Ras (-0,12 persen), Daging Ayam Ras (-0,05 persen), Salak (-0,04 persen), dan Makanan Hewan Peliharaan (-0,01 persen).
Secara spasial, lanjut Himawan, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 3,93 persen (IHK 111,42), sedangkan terendah di Kabupaten Lampung Timur sebesar 3,69 persen (IHK 115,55).
Adapun secara bulanan (m-to-m), inflasi tertinggi dialami Kabupaten Lampung Timur sebesar 0,90 persen, dan terendah di Kabupaten Mesuji sebesar 0,24 persen (IHK 117,21; y-on-y 3,73 persen).
Baca ke halaman selanjutnya >>> Penyebab dan dampak inflasi…
- Penulis: Lampung77

