Breaking News
light_mode

Neraca Perdagangan Lampung Surplus 543,58 Juta Dolar AS

  • account_circle Lampung77
  • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026 - 07:11 WIB

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAMPUNG77.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada September 2026 surplus sebesar 543,58 juta dolar AS. Kinerja positif ini ditopang oleh nilai ekspor yang jauh melampaui nilai impor selama periode September 2026.

Pranata Komputer Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Hermawan Prasetyo mengungkapkan nilai ekspor Provinsi Lampung pada September 2026 tercatat mencapai 672,57 juta dolar AS. Angka ini meningkat 23,79 persen secara tahunan (y-on-y) dibandingkan September 2025 sebesar 543,32 juta dolar AS.

“Secara kumulatif (c-to-c), nilai ekspor Provinsi Lampung selama periode Januari–September 2026 mencapai 4.971,15 juta dolar AS, mengalami peningkatan 3,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 4.823,88 juta dolar AS,” kata Himawan, dalam Siaran Pers yang diterima, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga: Harga Gas Elpiji 3 Kg di Lampung Naik

Ia menjelaskan dari sisi pelabuhan muat, nilai ekspor Provinsi Lampung selama Januari–September 2026 didominasi oleh pelabuhan di dalam Provinsi Lampung, yaitu senilai 4.081,55 juta dolar AS atau 82,10 persen dari total ekspor. Sementara itu, ekspor melalui pelabuhan di luar Provinsi Lampung tercatat sebesar 17,90 persen.

Negara Tujuan Ekspor

Menurut Himawan, tiga negara tujuan utama ekspor Provinsi Lampung selama Januari–September 2026 adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor 759,27 juta dolar AS yang berkontribusi 15,27 persen terhadap total ekspor. Kemudian diikuti Tiongkok sebesar 577,59 juta dolar AS (11,62 persen), dan Belanda sebesar 405,83 juta dolar AS (8,16 persen).

“Adapun komoditas utama yang diekspor ke ketiga negara tersebut didominasi oleh Lemak dan minyak hewani/nabati,” ujarnya,

Secara keseluruhan, tiga komoditas ekspor terbesar selama Januari–September 2026
adalah Lemak dan minyak hewani/nabati senilai 2.212,22 juta dolar AS (44,50 persen). Lalu, Kopi, teh, dan rempah-rempah sebesar 783,47 juta dolar AS (15,76 persen), serta Bahan bakar mineral sebesar 737,66 juta dolar AS (14,84 persen).

Nilai Impor

Di sisi lain, nilai impor Provinsi Lampung pada September 2026 tercatat sebesar 128,99 juta dolar AS, atau naik 9,99 persen secara tahunan (y-on-y) dibandingkan September 2025 sebesar 117,27 juta dolar AS.

“Secara kumulatif (c-to-c), nilai impor Januari–September 2026 mencapai 1.204,12 juta dolar AS, atau turun 25,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 1.624,04 juta dolar AS,” ungkap Himawan.

Adapun tiga negara asal impor terbesar selama Januari–September 2026 adalah Amerika Serikat dengan nilai impor 198,44 juta dolar AS (16,48 persen) dengan komoditas utama Biji dan buah mengandung minyak (70,51 juta dolar AS), dan Jerman sebesar 159,92 juta dolar AS (13,28 persen), komoditas utama Kapal, perahu, dan struktur terapung (149,50 juta dolar AS), serta Australia sebesar 159,80 juta dolar AS (13,27 persen) dengan komoditas utama Binatang Hidup (156,36 juta dolar AS).

“Tiga komoditas impor terbesar periode Januari–September 2026 secara keseluruhan adalah Ampas dan sisa industri makanan sebesar 190,11 juta dolar AS (15,79 persen), Binatang Hidup sebesar 156,36 juta dolar AS (12,99 persen), serta Kapal, perahu, dan struktur terapung sebesar 149,50 juta dolar AS (12,42 persen),” pungkasnya.

(Yar/P1)

  • Penulis: Lampung77
expand_less