Breaking News
light_mode

Harga Emas 24 Karat di Bandar Lampung Lagi Turun, Saatnya Beli?

  • account_circle Lampung77
  • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026 - 10:13 WIB

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAMPUNG77.com – Harga emas perhiasan 24 karat di Bandar Lampung saat ini lagi turun. Apakah ini saatnya beli atau menunggu?

Informasi terakhir yang diperoleh dari Toko Mas Ceria di Jalan Pemuda (Pasar Tengah), Tanjungkarang, Bandar Lampung, harga emas 24 karat berada di angka Rp 2.300.000/gram pada perdagangan akhir pekan lalu atau Sabtu (24/10/2026).

Harga emas sebesar Rp 2.300.000/gram ini tercatat adalah rekor terendah yang terjadi sejak perdagangan awal tahun 2026.

Baca Juga: Harga Emas di Bandar Lampung Terpuruk ke Rekor Terendah

Jika ditarik sejak perdagangan awal tahun 2026, harga emas perhiasan di Bandar Lampung saat ini turun Rp 100.000/gram. Di awal tahun yakni pada 6 Januari 2026 lalu, harganya cukup tinggi di angka Rp 2.400.000/gram.

Sementara itu, Toko Mas Ceria mengumumkan libur atau tutup sementara pada 26-28 Oktober 2026 dan akan buka kembali pada 29 Oktober 2026.

Harga Emas Turun, Saatnya Beli?

Saat harga emas mengalami penurunan, banyak orang mulai mempertimbangkan untuk membeli. Namun, di sisi lain, ada juga yang memilih untuk menunggu karena berharap harga akan terus turun. Lalu, mana yang lebih tepat?

Dikutip dari laman resmi Pegadaian, Selasa (27/10/2026), keputusan membeli atau menunggu sebenarnya tidak hanya ditentukan oleh kondisi harga emas saat ini. Tujuan investasi dan kondisi keuangan pribadi juga perlu menjadi pertimbangan.

Nah, supaya tidak terburu-buru mengambil keputusan, berikut beberapa aspek yang mungkin bisa menjadi fator pertimbangan.

1. Sesuaikan dengan Tujuan Investasi

Sebelum membeli emas, pahami terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai. Bagi yang berinvestasi untuk jangka panjang (5-10 tahun), fluktuasi harga dalam beberapa hari atau bulan biasanya tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil investasi secara keseluruhan.

Berbeda halnya dengan kebutuhan dana dalam waktu dekat. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya lebih cermat mempertimbangkan risiko perubahan harga yang masih mungkin terjadi.

2. Harga Turun Bisa Menjadi Peluang Membeli Emas

Koreksi harga sering dimanfaatkan investor untuk membeli emas pada harga yang relatif rendah dibanding sebelumnya. Strategi ini cukup umum digunakan untuk memperoleh harga rata-rata pembelian yang lebih baik.

Meski begitu, tidak ada yang dapat memastikan kapan harga emas mencapai titik terendah. Menunggu terlalu lama justru berisiko membuat peluang membeli di harga yang lebih terjangkau jadi terlewat.

Karena alasan tersebut, banyak investor memilih menambah kepemilikan emas secara bertahap daripada mencoba menebak arah pergerakan harga emas.

3. Jangan Lupakan Spread Harga Emas

Saat mempertimbangkan apakah akan membeli emas atau menunggu, jangan hanya melihat harga emas yang sedang turun saat itu saja. Perhatikan juga nilai spread, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual kembali.

Sebagai contoh, seseorang yang membeli emas beberapa tahun lalu mungkin masih memperoleh keuntungan meskipun harga emas saat ini sedang terkoreksi. Hal ini karena harga emas sekarang masih lebih tinggi dibanding harga belinya di masa lalu.

Sebaliknya, investor yang baru membeli emas ketika harga sedang tinggi mungkin perlu menunggu lebih lama hingga harga kembali naik.

4. Hindari Membeli dalam Jumlah Besar Sekaligus

Harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari nilai tukar mata uang hingga kondisi ekonomi global. Oleh sebab itu, pergerakannya tetap dapat berubah sewaktu-waktu.

Membeli secara bertahap sering dianggap sebagai langkah yang lebih aman. Selain membantu mengelola risiko, cara ini juga memberikan ruang untuk berinvestasi kembali saat harga mengalami penyesuaian.

5. Tunda Pembelian Emas

Menunda pembelian bisa menjadi pilihan saat tujuan investasi belum jelas atau dana yang tersedia masih berpotensi digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih penting.

Selain itu, kondisi keuangan yang belum stabil juga perlu menjadi perhatian. Sebelum mulai berinvestasi, pastikan kebutuhan utama dan dana darurat sudah terpenuhi dengan baik.

(Yar/P1)

  • Penulis: Lampung77
expand_less