Breaking News
light_mode

Gempa M 5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Tidak Berpotensi Tsunami

  • account_circle Lampung77
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAMPUNG77.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 5,9 menguncang Pantai Timur, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu 12 September 2026 pukul 04.23 WIB.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan dari hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,24° LS ; 106,78° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 69 km Timur Laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Wijayanto, dalam keterangannya.

Baca Juga: Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas di Lampung hingga Jakarta

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal),” lanjutnya.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:

– IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.) di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur dan Tanggamus

– III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Tangerang, Tanjung Priok, Nagrak, Kalapanunggal dan Cilacap.

– II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.) di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Malang, Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman dan Solok Selatan.

– II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di Lemong, Semaka, Bengkunat.

“Hingga pukul 05.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” ujar Wijayanto.

Ia menambahkan BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

“Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Serta, menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi,” pungkasnya.

Baca Juga: Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau di Lampung: Warga Keluhkan Mata Perih hingga Imbauan BPBD

(Yar/P1)

  • Penulis: Lampung77
expand_less