Komunitas Odapus Lampung dan RSUDAM Peringati Hari Lupus Sedunia 2026
- account_circle Lampung77
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Foto bersama Komunitas Odapus Lampung (KOL) dan jajaran RSUDAM dalam peringatan Hari Lupus Sedunia 2026 dan HUT KOL ke-9. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LAMPUNG77.com – Komunitas Odapus Lampung (KOL) bersama Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung menggelar acara Peringatan Hari Lupus Sedunia dan Hari Lahir KOL ke-9 di Aula Gedung Kebidanan Lantai 3, RSUDAM, Rabu (13/5/2026).
Pada acara tersebut juga digelar kegiatan edukasi dengan tema “Mengenal Lupus Lebih Dalam dan Perencanaan Kehamilan pada Lupus” yang dihadiri sebanyak 150 peserta dengan narasumber dr. Rina Kriswiastiny, Sp.PD., KR., FINASIM selaku dokter konsultan reumatologi dan dr. Ronny Adrian, Sp.OG., Subsp.FER., D.MAS., F.ART., M.H.Kes selaku dokter kandungan konsultan fertilitas endokrinologi dan reproduksi.
Baca Juga:
Dear Pemda, Pasien Lupus di Lampung Butuh Alat Pemeriksaan Kepadatan Tulang
Peserta terdiri dari para Odapus se-Provinsi Lampung, pendamping Odapus, para dokter, tenaga kesehatan juga sejumlah pejabat di Provinsi Lampung.
Ketua KOL Merli Susanti menyampaikan di hari Lupus Sedunia 2026 yang diperingati setiap 10 Mei ini mengusung tema Make Lupus Visible (Jadikan Lupus Terlihat).
“Penyandang atau yang disebut Orang dengan Lupus (Odapus) sebagian besar merupakan wanita dalam usia produktif sehingga seringkali terlihat baik-baik saja dari luar,” kata Santi, sapaan Merli Susanti, dalam keterangannya.
“Padahal perjuangan yang dialami nyata. Nyeri sendi yang bukan nyeri biasa, demam yang sering muncul tanpa sebab, kelelahan ekstrim, berbagai organ dalam seperti ginjal, paru-paru, jantung bahkan otak yang bisa saja diserang karena sifatnya yang sistemik menjadi perjuangan tersendiri bagi Odapus,” lanjutnya.
Santi berharap, ke depan dapat semakin banyak orang yang memahami Lupus dan juga mengetahui strategi cara menjaga kesehatan reproduksi Odapus. Sehingga, Odapus diharapkan tetap dapat menjalani hidup berkualitas dan berupaya untuk memiliki keturunan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatannya.
Santi menyebutkan jumlah penyandang Lupus di Provinsi Lampung dari data KOL saat ini terdapat sebanyak 200 orang. Menurutnya, jumlah itu belum mencakup seluruh data riil karena masih banyak Odapus dan suspect Lupus di daerah yang belum tersentuh.
“Karena itu KOL berharap akses untuk memperoleh pengobatan, dan pelayanan kesehatan untuk Odapus bisa menjadi perhatian pemerintah,” kata Santi.
“Seperti menggencarkan sosialisasi edukasi kepada nakes sampai ke tingkat yang paling dekat dengan masyarakat, termasuk untuk penyelenggaran cek laboratorium yang selama ini belum tercover oleh Jaminan Kesehatan Nasional,” lanjutnya.
Tidak Sendirian
Direktur RSUDAM, Imam Ghazali menyampaikan bahwa Lupus sebagai penyakit yang invisible kini harus lebih terlihat agar perjuangan para penyandangnya tidak sendirian.
Untuk itu, menurutnya, di hari Lupus Sedunia tahun ini sekaligus memperingati Hari Lahir KOL pada 13 Mei 2026, KOL bersama PKRS Abdul Moeloek memberikan edukasi untuk memahami Lupus lebih dalam lagi.
Ia menilai dengan penyandang Lupus yang sebagian besar adalah perempuan, tentu sangat penting untuk memahami bagaimana menjaga kesehatan reproduksi seorang Odapus dan sekaligus bagaimana dalam merencanakan kehamilan.
Baca Juga:
Peringati Hari Lupus Sedunia, KOL Singgung Gizi hingga Kesehatan Mental Odapus
Respons Peserta Edukasi
Kegiatan eEdukasi tersebut mendapat respons para peserta yang banyak mengajukan pertanyaan dari kesehatan Odapus, serta pelayanan kesehatan yang diperoleh Odapus.
Para peserta yang sebagian besar adalah Odapus berharap agar para pasien Odapus bisa melakukan kontrol tanpa harus dibebani dengan persoalan administrasi seperti soal rujukan, administrasi penebusan obat, syarat-syarat BPJS dan lain-lain dalam beberapa kasus menambah beban Odapus itu sendiri.
Systemic Lupus Eriteumatosus (SLE) atau yang dikenal dengan Lupus adalah salah satu penyakit autoimun. Imun yang seharusnya melindungi diri justru berbalik menyerang karena adanya ketidakmampuan imun dalam mengenali mana kawan dan lawan sehingga berdampak terhadap berbagai organ yang secara sistemik dapat terserang.
(Rls/P1)
- Penulis: Lampung77

