LAMPUNG77.com – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Fauzan Sibron, menyoroti kasus dugaan pelecehan terhadap siswi di salah satu SMPN Bandar Lampung.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa pelecehan itu diduga dilakukan oleh oknum satpam sekolah tersebut.
“Dugaan pelecehan terhadap siswa di salah satu SMPN Bandar Lampung, apalagi jika diduga melibatkan oknum di lingkungan sekolah, bukan persoalan yang boleh dianggap sepele,” kata Fauzan, dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga:
Anggota DPRD Lampung Fauzan Sibron Ucapkan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung
Menurut Fauzan, sekolah seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan membangun masa depan, bukan tempat yang justru membuat mereka merasa takut atau kehilangan rasa percaya diri.
“Kita perlu berhati-hati dalam menyikapi kasus ini. Jangan menghakimi sebelum proses pemeriksaan menemukan fakta yang sebenarnya. Namun, di sisi lain, jangan pula menggunakan alasan menjaga nama baik institusi untuk mengabaikan suara atau penderitaan anak,” kata Fauzan.
“Anak harus dilindungi, fakta harus diungkap, dan proses hukum harus berjalan secara transparan,” lanjut legislator asal daerah pemilihan Kota Bandar Lampung ini.
Ia berharap pihak sekolah, dinas pendidikan, aparat penegak hukum, serta orang tua memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan kasus seperti ini ditangani secara serius, profesional, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
“Jika dugaan tersebut terbukti, maka harus ada tindakan tegas sesuai aturan. Jika belum terbukti, proses pemeriksaan tetap harus dilakukan secara objektif agar tidak ada pihak yang dirugikan oleh tuduhan yang belum terverifikasi,” ujarnya.
“Yang paling penting, jangan sampai anak menjadi korban untuk kedua kalinya. Pertama, karena dugaan tindakan yang dialaminya, dan kedua karena lingkungan yang memilih diam,” lanjutnya.
Fauzan menilai menjaga nama baik sekolah bukan berarti menutup-nutupi persoalan. Menurutnya, keberanian mengungkap kebenaran, melindungi anak, dan memperbaiki sistem adalah cara terbaik untuk menjaga kehormatan sebuah institusi pendidikan.
“Sekolah harus menjadi tempat anak merasa aman. Dan rasa aman itu bukan slogan, tetapi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
(Rls/Yar/P1)






