Breaking News
light_mode

Status Gunung Anak Krakatau Turun Level II Waspada

  • account_circle Lampung77
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026 - 07:55 WIB

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAMPUNG77.com – Status Gunung Anak Krakatau turun dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada mulai Senin, 21 September 2026 pukul 18.30 WIB.

Penurunan status Gunung Anak Krakatau tersebut tertuang dalam Laporan Khusus Badan Geologi Kementerian ESDM Nomor: 1604 .Lap/GL.03/BGL/2026 tentang Penurunan Tingkat Aktivitas Gunungapi Anak Krakatau Provinsi Lampung.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria mengungkapkan penurunan status Gunung Anak Krakatau ini ditetapkan setelah dilakukan analisis dan evaluasi secara menyeluruh terkait aktivitas gunung berapi tersebut.

Baca Juga: Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau: Erupsi Mereda, Tinggi 157 MDPL

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh, maka tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung mulai tanggal 21 September 2026 pukul 18.30 WIB,” kata Lana, dalam Laporan Khusus tersebut.

Sebelumnya, status Gunung Anak Krakatau sempat dinaikan menjadi Siaga (Level III) sejak 2 Juli 2026 lalu pukul 16.30 WIB akibat peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik dan deformasi. Selama periode tersebut, gunung berapi di Provinsi Lampung itu tefcatat mengalami 224 kali erupsi hingga 3 September 2026.

Selain itu, Gunung Anak Krakatau juga sempat terjadi erupsi menerus selama 25 jam pada 4-6 September 2026. Dari pantauan data citra satelit, erupsi menerus tersebut menghasilkan aliran lava yang mengalir ke arah barat laut – barat – barat daya dari pusat erupsi.

Baca Juga: Badan Geologi: Erupsi Menerus 25 Jam Gunung Anak Krakatau Berakhir

Meskipun mengalami 7 kali erupsi strombolian setelah berhentinya erupsi menerus tersebut, aktivitas Gunung Anak Krakatau kemudian cenderung mengalami penurunan hingga 20 September 2026 pukul 00.00 WIB.

Gejala penuruan aktivitas Gunung Anak Krakatau ini juga didukung oleh data deformasi yang memperlihatkan adanya penurunan (deflasi). Berdasarkan catatan kegempaan Gunung Anak Krakatau pada 20 September 2026 menunjukan 1 kali Gempa Low Frequency dan Tremor Menerus dengan rata rata amplitudo 2 mm.

Baca Juga: Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau di Lampung: Warga Keluhkan Mata Perih hingga Imbauan BPBD

Rekomendasi Badan Geologi

Seiring dengan penurunan status Gunung Anak Krakatau, Badan Geologii mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau, pengunjung, wisatawan dan pendaki tidak beraktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.

Selain itu, masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.

Baca Juga: Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga

(Yar/P1)

  • Penulis: Lampung77
expand_less