Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BPS: Ekonomi Lampung Tumbuh 5,29 Persen, Tertinggi Kedua di Sumatera

BPS: Ekonomi Lampung Tumbuh 5,29 Persen, Tertinggi Kedua di Sumatera

  • account_circle Lampung77
  • calendar_month Jumat, 6 Nov 2026 - 08:44 WIB

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAMPUNG77.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat perekonomian Provinsi Lampung tumbuh sebesar 5,29 persen secara kumulatif sampai Triwulan III-2026 (c-to-c).

Pertumbuhan ekonomi Lampung sebesar 5,29 persen ini menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi kedua di Pulau Sumatera, setelah Kepulauan Riau (7,19 persen). Sedangkan ekonomi Pulau Sumatera secara keseluruhan tumbuh sebesar 5,04 persen.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution menyebutkan perekonomian Provinsi Lampung pada Triwulan III-2026 tumbuh sebesar 5,02 persen secara year-on-year (y-on-y) dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Lampung Surplus 543,58 Juta Dolar AS

Ia menjelaskan produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Lampung Triwulan III-2026 atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 150,55 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp80,42 triliun.

Secara triwulan ke triwulan (q-to-q), ekonomi Lampung tercatat tumbuh 0,43 persen, melambat jika dibandingkan dengan pola musiman triwulan III tahun-tahun sebelumnya.

“Sementara itu, secara kumulatif sampai dengan Triwulan III-2026 (c-to-c), perekonomian Provinsi Lampung tumbuh sebesar 5,29 persen,” kata Ahmadriswan, dalam siaran pers yang diterima, Jumat (6/11/2026).

Dari sisi produksi, lanjut Ahmadriswan, perekonomian Lampung masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan peranan sebesar 28,17 persen atau tumbuh 2,05 persen y-on-y, dimana salah satunya disebabkan dampak El Nino.

Kemudian, Industri Pengolahan tercatat sebesar 19,38 persen atau tumbuh 5,63 persen y-on-y sejalan dengan kenaikan ekspor produk industri. Kemudian, perdagangan besar dan eceran sebesar 13,68 persen atau tumbuh 5,78 persen y-on-y.

“Laju pertumbuhan tertinggi dicapai oleh pengadaan listrik dan gas sebesar 9,74 persen dan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,46 persen,” ujarnya.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, ia menuturkan bahwa pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi 59,23 persen dan tumbuh 4,87 persen (y-on-y).

Sementara itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB/Investasi) tumbuh 6,08 persen seiring peningkatan aktivitas konstruksi swasta dan pemerintah. Adapun pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 5,77 persen didorong oleh realisasi program prioritas nasional, sedangkan ekspor barang dan jasa tumbuh 2,63 persen.

(Yar/P1)

  • Penulis: Lampung77
expand_less