Breaking News
light_mode

Status Gunung Anak Krakatau Naik Lagi ke Level III Siaga

  • account_circle Lampung77
  • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:48 WIB

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lampung77.com – Status Gunung Anak Krakatau kembali naik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) Jumat, 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria mengungkapkan keputusan peningkatan status tersebut diambil setelah melakukan analisis dan evaluasi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh, maka tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai tanggal 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB,” kata Lana, dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026) malam.

Baca Juga: Status Gunung Anak Krakatau Turun Level II Waspada

Pengamatan Visual dan Instrumental

Lana mengungkapkan bahwa secara pengamatan visual selama periode tanggal 21 September – 9 Oktober 2026, Gunung Anak Krakatau terlihat jelas hingga tertutup kabut. Pengamatan visual dan CCTV memperlihatkan kepulan asap kawah bertekanan sedang berwarna putih – hitam dengan tinggi kolom asap antara 5 – 50 m di atas kawah.

Menurutnya, pemantau kondisi kawah melalui Satelit Sentinel periode tanggal 21 September – 9 Oktober 2026 memperlihatkan adanya emisi gas SO2 dalam porsi rendah pada kisaran 71 – 237,5 ton per hari, dan anomali panas dalam tingkat rendah pada kisaran 15 – 25 N pixel. Titik api terlihat sejak 6 Oktober 2026.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan instrumental, selama periode 21 September – 8 Oktober 2026 terekam Gunung Anak Krakatau mengalami 5 kali gempa Erupsi, 8 kali gempa Hembusan, 11 kali gempa Low Frequency, 45 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 17 kali gampa Tremor Menerus, 31 kali gempa Vulkanik Dangkal, 9 kali gempa Vulkanik Dalam, dan 8 kali Gempa Tektonik Jauh.

Sedangkan pada 9 Oktober 2026 hingga pukul 19.20 terjadi 9 kali erupsi dengan amplitudo maksimum 55 m dan durasi erupsi 32 detik dengan tinggi kolom erupsi tidak teramati.

“Peningkatan gejala aktivitas dalam skala rendah ini mulai terlihat sejak awal Oktober 2026. Hal ini ditandai oleh terjadinya 14 kali erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang terjadi sejak tanggal 6 – 9 Oktober 2026,” ujarnya.

Baca Juga: Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas di Lampung hingga Jakarta

Rekomendasi

Seiring dengan kenaikan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level III (Siaga), Badan Geologi Kementerian ESDM mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk diperhatikan oleh masyarakat dan wisatawan. Dalam rekomendasi tersebut, warga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 5 km.

“Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau,” ujar Lana.

“Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau,” lanjutnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.

Kemudian, masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung juga diharapkan tetap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.

“Tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau akan dievaluasi kembali secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Tingkat aktivitas dan rekomendasi Gunungapi Anak Krakatau pada Level III (Siaga) ini tetap berlaku selama surat/laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan,” pungkas Lana.

Baca Juga: Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau di Lampung: Warga Keluhkan Mata Perih hingga Imbauan BPBD

(Yar/P1)

  • Penulis: Lampung77
expand_less