Breaking News
light_mode

Jasad ABK Speedboat Rombongan Jurnalis Ditemukan di Pulau Enggano Bengkulu

  • account_circle Lampung77
  • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026 - 08:09 WIB

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAMPUNG77.com – Jasad anak buah kapal (ABK) speedboat Arupadatu 1 yang membawa rombongan jurnalis dan hilang kontak di Selat Sunda ditemukan di wilayah Pulau Enggano, Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Jasad ABK bernama Surakman tersebut ditemukan oleh nelayan pada 12 September 2026 lalu. Kepastian identitas korban itu diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan DNA yang menunjukkan kecocokan dengan DNA anak korban, Yayat.

Proses identifikasi tersebut membutuhkan waktu sekitar 10 hari dan hasil pemeriksaan DNA dinyatakan selesai pada 22 September 2026.

Baca Juga: Pencarian Hari ke-9 Jurnalis Hilang, Tim SAR Sisir Perairan Lampung hingga Bengkulu

“Pada hari Sabtu, hari kelima pencarian, kami mendapat infromasi bahwa di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, ditenmukan seorang jenazah Mr. X. Kami dokes Polda Banten kemudian berkordinasi dengan Polda Bengkulu,” kata Kapolda Banten, Irjen Hengki dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Rabu (23/9/2026).

Menurut Kapolda jenazah itu kemudian dievakuasi dan dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu. Dari koordinasi pemeriksaan Polda Banten dan Polda Bengkulu, melalui data antemortem dan posmortem anggota keluarga delapan orang dalam kapal speedboat itu didapatkan bahwa DNA korban cocok dengan Surakman.

“Hasil identifikasi berdasarkan pemeriksaan DVI, secara genetik, jenazah teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK Kapal,” kata Hengki.

Operasi SAR

Sementara itu, Operasi SAR terkait insiden hilang kontak Speedboat Arupadatu 1 sebelumnya telah dilaksanakan sejak 8 – 18 September 2026.

Setelah operasi dihentikan, kegiatan pencarian dilanjutkan melalui pemantauan dan koordinasi. Namun, hingga 23 September 2026, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban lainnya maupun tanda-tanda keberadaan Speedboat Arupadatu 1.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa proses pencarian telah dilakukan secara maksimal oleh seluruh unsur SAR yang terlibat.

“Operasi SAR telah dilaksanakan sejak tanggal 8 sampai dengan 18 September 2026. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemantauan. Namun, sampai dengan 23 September 2026, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban ataupun tanda-tanda Speedboat Arupadatu 1,” ujar Al Amrad, dalam keterangannya.

Dengan teridentifikasinya jenazah Sukarman, proses penanganan korban selanjutnya akan dilakukan sesuai prosedur oleh pihak terkait dan diserahkan kepada keluarga.

Diberitakan sebelumnya, speedboat yang membawa rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dari titik terdekat yang aman di Perairan Selat Sunda.

Speedboat tersebut dilaporkan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Total ada 8 orang yang berada dalam speedboat tersebut.

Delapan orang itu terdiri dari dua awak kapal, seorang guide, serta lima jurnalis. Mereka yakni Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima orang jurnalis, yaitu M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis freelance).

Baca Juga: Speedboat Rombongan Jurnalis Hilang Kontak Saat Hendak Meliput Erupsi Anak Krakatau

(Yar/P1)

  • Penulis: Lampung77
expand_less