Breaking News
light_mode

Data Terbaru BPS: Inflasi, NTP, hingga Perkembangan Pariwisata Lampung

  • account_circle Lampung77
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAMPUNG77.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyampaikan informasi terkait data terbaru soal inflasi, nilai tukar petani (NTP), hingga perkembangan pariwisata Lampung.

Data-data tersebut dipaparkan Pranata Komputer Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Hermawan Prasetyo dalam siaran pers, Selasa (1/9/2026). Simak informasi selengkapnya.

Inflasi Lampung

BPS Provinsi Lampung melaporkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada periode Agustus 2026 mengalami inflasi secara bulanan (m-to-m) sebesar 0,23 persen. Sementara itu, jika dilihat secara kumulatif sejak awal tahun, tingkat inflasi tahun kalender hingga Agustus 2026 telah mencapai 2,16 persen.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Luar Negeri Lampung Surplus 437,29 Juta Dolar AS

“Jika kita lihat berdasarkan kelompok pengeluaran, dari 11 kelompok yang ada, 9 kelompok pengeluaran memberikan andil inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada Kelompok Pendidikan, yaitu sebesar 1,80 persen. Kelompok ini memberikan andil inflasi terbesar, yaitu sebesar 0,10 persen terhadap inflasi Provinsi Lampung,” ungkap Hermawan.

Sementara itu, 2 kelompok lainnya tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi (m-to-m) Provinsi Lampung, yaitu kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta kelompok Transportasi.

Sedangkan lima komoditas utama yang memberikan andil inflasi secara bulanan (month-to-month) pada Agustus 2026 adalah Beras, Daging Ayam Ras, Kacang Panjang, Jagung Manis dan Sekolah Menengah Atas.

“Kenaikan harga komoditas-komoditas tersebut menjadi faktor utama pendorong inflasi pada periode ini,” kata Hermawan.

Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga berperan sebagai penahan laju inflasi. 5 komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar adalah Bawang Merah, Tomat, Bawang Putih, Bensin dan Angkutan Udara.

“Penurunan harga komoditas tersebut membantu meredam tekanan inflasi yang lebih tinggi pada Agustus 2026,” ujarnya.

Selanjutnya, jika dilihat secara tahunan (y-on-y), Provinsi Lampung mencatatkan inflasi sebesar 3,53 persen pada Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025. Capaian inflasi tahunan ini lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan pada Agustus 2025 yang tercatat sebesar 1,05 persen.

“Jika dirinci berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami inflasi tahunan tertinggi sebesar 9,42 persen dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,61 persen,” ungkapnya.

“Namun demikian, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau tetap menjadi penyumbang andil terbesar terhadap inflasi tahunan, yaitu 1,23 persen dengan tingkat inflasi 3,61 persen. Di sisi lain, kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya mencatat deflasi sebesar 0,17 persen, namun tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi tahun ke tahun Provinsi Lampung,” tambahnya.

Adapun lima komoditas penyumbang andil inflasi tahunan terbesar pada Agustus 2026 adalah emas perhiasan (0,39 persen), bensin (0,29 persen), beras (0,23 persen), minyak goreng (0,21 persen), dan daging ayam ras (0,21 persen). Adapun lima komoditas yang menahan laju inflasi atau andil deflasi tahunan adalah Bawang Merah (0,51 persen), Telur Ayam Ras (0,09 persen), Tomat (0,08 persen), Makanan Hewan Peliharaan (0,04 persen), dan Bedak (0,02 persen).

BPS Provinsi Lampung juga memantau perkembangan inflasi di empat kabupaten/kota cakupan IHK. Pada Agustus 2026, inflasi tahunan tertinggi dialami Kota Bandar Lampung sebesar 3,86 persen (IHK 110,69), dan untuk inflasi terendah terjadi di Kabupaten Lampung Timur sebesar 2,90 persen (IHK 114,62).

“Sementara jika dilihat secara bulanan, inflasi tertinggi dialami Kabupaten Mesuji sebesar 0,26 persen. Sedangkan inflasi bulanan terendah terjadi di Kota Metro mengalami inflasi sebesar 0,22 persen,” ujar Hermawan.

Baca Juga: Menjelajahi Lembah Hijau, Wisata Keluarga di Lampung yang Menyejukkan

Baca ke halaman selanjutnya >>> Nilai Tukar Petani dan Perkembangan Pariwisata Lampung…

  • Penulis: Lampung77
expand_less