Neraca Perdagangan Luar Negeri Lampung Surplus 437,29 Juta Dolar AS
- account_circle Lampung77
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Pelabuhan Panjang Lampung. (Foto: Google Image via Bisnis.com)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LAMPUNG77.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada Juli 2026 kembali mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar 437,29 juta dolar AS. Kinerja tersebut ditopang oleh nilai ekspor yang jauh lebih besar dibandingkan nilai impor selama periode Juli 2026.
Pranata Komputer Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Hermawan Prasetyo dalam paparannya saat siaran pers, Selasa (1/9/2026) menyebutkan nilai ekspor Provinsi Lampung pada Juli 2026 tercatat mencapai 582,54 Juta dolar AS. Angka ini meningkat 5,93 persen secara tahunan (y-on-y) dibandingkan Juli 2025 sebesar 549,93 juta dolar AS.
Namun demikian, secara kumulatif (c-to-c), nilai ekspor Provinsi Lampung selama periode Januari–Juli 2026 mencapai 3.591,80 juta dolar AS, atau turun 0,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 3.597,29 juta dolar AS.
Baca Juga: Terpopuler: Satelit Lampung-1 Diluncurkan hingga Fasilitas Wisata Lembah Hijau
Sedangkan dari sisi pelabuhan muat, kata Hermawan, nilai ekspor Provinsi Lampung selama Januari–Juli 2026 didominasi oleh pelabuhan yang berada di Provinsi Lampung, yaitu sebesar 2.482,64 juta dolar AS atau sebanyak 82,50 persen dari total ekspor.
“Sementara itu, ekspor melalui pelabuhan di luar Provinsi Lampung tercatat sebesar 526,62 juta dolar AS atau 17,50 persen,” ujarnya.
Tujuan Negara Ekspor
Hermawan mengungkapkan tiga negara tujuan utama ekspor Provinsi Lampung selama Januari – Juli 2026 adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor mencapai 561,74 juta dolar AS, atau berkontribusi sekitar 15,64 persen terhadap total ekspor.
Kemudian diikuti Tiongkok sebesar 437,73 juta dolar AS (12,19 persen), dan Belanda sebesar 302,15 juta dolar AS (8,41 persen).
Sementara komoditas utama yang diekspor ke ketiga negara tersebut didominasi oleh Lemak dan Minyak Hewan/Nabati. Secara keseluruhan, tiga komoditas ekspor terbesar selama Januari – Juli 2026 adalah Lemak dan Minyak Hewan/Nabati senilai 1.586,01 juta dolar AS (44,16 persen).
Lalu, Bahan Bakar Mineral sebesar 547,34 juta dolar AS (15,24 persen), serta Kopi, Teh, dan Rempah-Rempah sebesar 532,58 juta dolar AS (14,83 persen).
Nilai Impor
Sedangkan di sisi nilai impor Provinsi Lampung, lanjut Hermawan, pada Juli 2026 tercatat sebesar 145,25 juta dolar AS. Nilai ini menunjukkan peningkatan sebesar 10,33 persen secara tahunan (y-on-y) dibandingkan Juli 2025 yang sebesar 131,66 juta dolar AS.
“Secara kumulatif (c-to-c), nilai impor Januari–Juli 2026 mencapai 973,40 juta dolar AS, atau turun 24,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 1.284,42 juta dolar AS,” ujarnya.
Adapun tiga negara asal impor terbesar selama Januari–Juli 2026 adalah Amerika Serikat dengan nilai sebesar 174,65 juta dolar AS (atau berkontribusi sekitar 17,94 persen terhadap total impor) yang didominasi komoditas utamanya adalah Kereta Api, Trem dan bagiannya.
Kemudian, disusul Jerman dengan nilai impor sebesar 158,40 juta dolar AS (16,27 persen) dengan komoditas utama Kapal, Perahu, dan Struktur terapung), serta Australia sebesar 114,60 juta dolar AS (11,77 persen) dengan komoditas utama binatang hidup.
Secara keseluruhan, kata Hernmawan, tiga komoditas impor terbesar selama Januari–Juli 2026 adalah Kapal, Perahu, dan Struktur Terapung senilai 149,50 juta dolar AS (atau berkontribusi sekitar 15,36 persen) Ampas dan Sisa Industri Makanan yang bernilai sebesar US$141,50 juta (14,54 persen); serta Binatang Hidup dengan nilai impor sebesar US$111,68 juta (11,47 persen).
“Dengan nilai ekspor sebesar 582,54 juta dolar AS dan nilai impor sebesar 145,25 juta dolar AS pada Juli 2026, Provinsi Lampung mencatatkan tren surplus pada neraca perdagangan luar negeri sebesar 437,29 juta dolar AS,” pungkasnya.
(Yar/P1)
- Penulis: Lampung77
