LAMPUNG77.com – Lembaga Konservasi Taman Satwa Lembah Hijau Lampung merayakan ulang tahun seekor gajah jantan bernama Rawana, Sabtu (8/8/2026). Momen perayaan ultah ke-4 Gajah Rawana ini berlangsung meriah, unik, dan menarik.
Untuk diketahui, Rawana merupakan anak pertama dari indukan Gajah Aris dan Mega. Rawana lahir di Lembaga Konservasi Taman Satwa Lembah Hijau Lampung pada 7 Agustus 2022 lalu.
Sebagai hadiah di ulang tahunnya yang ke-4, Rawana mendapat sebuah tumpeng berisi berbagai buah-buahan segar seperti pepaya, nanas, hingga pisang.
Baca Juga:
Pertama di Sumatera, Bayi Gajah Lahir di Kebun Binatang Lembah Hijau Lampung
Selain itu, di momen ultahnya ke-4 ini, Rawana juga memamerkan 32 gerakan gajah yang telah dikuasainya seperti duduk, tidur, menggoyangkan telinga, hingga mengangkat kaki. Momen ini pun menarik perhatian banyak pengunjung Taman Satwa Lembah Hijau Lampung.
Suasana ultah ke-4 Rawana ini semakin meriah dan menarik karena juga turut dihadirkan induknya Mega, serta adiknya yang baru lahir pada Juni 2026 lalu, Rut.
“Rawana ini sebenarnya ulang tahun pada 7 Agustus kemarin, namun kami merayakannya pada hari ini agar pada pengunjung Lembah Hijau juga bisa ikut menikmati kegembiraan ini,” kata Irwan Nasution, Komisaris Lembah Hijau Lampung, saat diwawancarai di sela-sela perayaan ultah ke-4 gajah Rawana.
“Mudah-mudahan gajah Rawana ke depannya selalu sehat dan semakin pintar. Terima kasih untuk teman-teman mahout yang selama ini telah merawat Rawana dengan baik,” ujarnya.
Irwan mengatakan dalam kurun waktu 10 tahun atau sejak 2016, Lembah Hijau Lampung telah berhasil mengembangkanbiakan dua ekor anak gajah yakni gajah jantan Rawana yang lahir pada 7 Agustus 2022 dan Rut gajah betina yang lahir pada 5 Juni 2026 lalu. Kelahiran dua ekor anak gajah di kebun binatang ini adalah yang pertama di Pulau Sumatera.
Saat ini, kata Irwan, ada 6 ekor gajah di Lembah Hijau Lampung yakni indukan betina Mega dan Lis, indukan jantan Aris dan Ajung, serta anak gajah jantan Rawana dan anak gajah betina Rut.
“Semoga dengan adanya konservasi ini, Lembah Hijau Lampung ke depan bisa terus berkontribusi dalam kelahiran gajah-gajah Sumatera berikutnya,” pungkas Irwan.
Baca Juga:
5 Potret Lucu Bayi Gajah Sumatera yang Baru Lahir di Lembah Hijau Lampung
Gajah Pintar
Mahout atau pawang gajah Lembah Hijau Lampung, Suparman mengatakan Rawana adalah gajah pintar karena di usianya yang baru 4 tahun sudah bisa menguasai 32 gerakan.

“Rawana ini dilatih sejak usai 1 tahun. Dan untuk sekarang sudah menguasai 32 gerakan. Untuk ke depan kita masih akan melakukan penambahan gerakan yang tentunya sudah disepakatai Ketua Forum Mahout Pak Nazaruddin. Jadi, kalau bisa kita tambah lagi untuk pelatihannya, kita tambahkan skillnya lagi,” kata Suparman.
“Ini gajah pintar. Di usia 4 tahun tapi sudah cukup signifikan, tidak semua anak gajah seumur Rawana sudah bisa menguasai 32 gerakan seperti angkat kaki, buka telinga, sampai tidur,” lanjutnya.
Baca Juga:
Video: Tingkah Lucu Gajah Rawana Saat Mandi di Lembah Hijau Lampung
Apresiasi Lembah Hijau
Perwakilan Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Bengkulu-Lampung, Irham secara khusus mengapresiasi pihak Lembah Hijau Lampung dalam keseriusannya meningkatkan populasi gajah Sumatera.

“Kelahiran Rawana ini sebagai bentuk konsistensi secara ex-situ. Kami dari Kemenhut melalui SKW III BKSDA Bengkulu-Lampung sangat mengapresiasi yang dilakukan teman-teman di Lembaga Konservasi Tamanb Satwa Lembah Hijau,” kata Irham.
“Dari sejak 2016, keberadaan 4 individu gajah sekarang bertamhah dua ekor. Artinya, teman-teman di Lembaga Konservasi Lembah Hijau ini menunjukkan keseriusannya dalam peningkatan populasi gajah Sumatera di ex-situ,” lanjutnya.
Ia juga mengaku kagum dengan prilaku gajah Rawana yang diusia 4 tahun sudah bisa menguasai 32 gerakan.
“(Rawana) gajah pintar, tidak hanya lucu. Di usia 4 tahun sudah kuasai 32 gerakan. Ini tentu akan lebih memudahkan juga buat mahout, terutama dalam perawatan dan kontrol kesehatannya,” pungkas Irham.
Baca Juga:
Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung Kunjungi Lembah Hijau, Lihat Bayi Gajah Sumatera Rut
(Yar/P1)






