LAMPUNG77.com – Ribuan warga geruduk kantor Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Jalan Lintas Timur Sumatera, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Selasa (13/1/2025).
Aksi unjuk rasa warga tersebut buntut terus berlangsungnya konflik Gajah TNWK dan manusia hingga menewaskan Kepala Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, yang terinjak oleh Gajah karena membantu warga saat menghalau di perladangan.
Dalam orasinya, warga menyampaikan beberapa tuntutan kepada pihak Balai TNWK yang terkesan tidak serius dalam melakukan penanganan konflik antara Gajah dengan warga yang terus berlangsung. Warga menuntut pertanggungjawaban atas kerugian materiil yang diakibatkan konflik Gajah TNWK tersebut.
warga menilai bahwa pengelolaan hutan TNWK sangat buruk hingga konflik gajah masih terus terjadi hingga berpuluh-puluh tahun tanpa adanya solusi yang realistis.
“Bukan gajah musuh kami, kelalaian pengelola yang jadi masalah. Hai pegawai TNWK, Polhut, kamu kerjanya ngapain?” teriak Budi, salah satu orator dalam aksi demo di TNWK tersebut.
Baca Juga:
Respons Warga Braja Asri Lampung Timur Usai Kadesnya Tewas Diserang Gajah Liar
“Jika Hutan serius dijaga, maka untuk makan gajah pasti tersedia dan tidak keluar-keluar terus ke perladangan warga,” lanjutnya.
Aksi demo tersebut dikawal oleh pihak Kepolisian dan TNI setempat. Dilokasi, Kapolres Lampung Timur, AKBP Hety Patmawati, bersama Dandim 0429 Letkol Inf Danang Setiaji memantau jalannya aksi damai warga tersebut.
Buntut aksi warga tersebut juga mebuat macet di Jalan Lintas Timur Sumatera. Untuk mengantisipasi, pihak Kepolisian mengalihkan jalan alternatif kepada pihak pengendara yang lewat.
Baca Juga:
Diserang Gajah, Penjual Cilok Terluka dan Dilarikan ke RS di Lampung Timur
Baca berita-berita terbaru setiap hari langsung dari ponselmu. IKUTI SALURAN WHATSAPP LAMPUNG77.com
(AND/P1)




