LAMPUNG77.com – Hujan lebat masih terus mengguyur wilayah Lampung akhir-akhir ini meski sudah memasuki awal musim kemarau pada Mei 2026. Apa Penyebabnya?
Koordinator Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung, Rudi Harianto, mengungkapkan bahwa kondisi saat ini masih menggambarkan Lampung dalam kondisi pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Baca Juga:
BMKG: Cuaca Lampung Mei 2026 Mulai Masuk Musim Kemarau
“Dan sebagian (wilayah Lampung) sudah masuk awal musim kemarau. Hujan signifikan di Lampung selain masih berada pada masa pancaroba ini, hujan yang terjadi juga dipengaruhi oleh beberapa gangguan atmosfer,” kata Rudi, dalam keterangannya saat dihubungi Lampung77.com, Rabu (6/5/2026).
Rudi mengungkapkan gangguan atmosfer tersebut di antaranya adanya fenomena MJO (Madden-Julian Oscillation) yang aktif secara spasial. Kemudian, Gelombang Rossby Ekuatorial yang aktif di wilayah Lampung juga memberikan kontribusi signifikan terhadap proses pembentukan awan hujan di Lampung.
Selain itu, lanjut Rudi, terdapat sistem siklonik di Barat Laut Lampung berpengaruh terhadap aktivitas perlambatan dan belokan angin di wilayah Lampung. Kondisi ini mendukung aktivitas konveksi di wilayah Lampung.
Lalu, SST Anomali (Suhu Muka Laut) yang hangat berkisar antara -0.5 hingga +2.5 °C dan kelembapan udara yang relatif tinggi di lapisan 850 – 500 mb juga menjadi faktor tambahan yang berkontribusi dalam peningkatan pembentukan awan-awan hujan di wilayah Lampung.
“Kombinasi dari berbagai faktor tersebut menyebabkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Lampung,” ujar Rudi.
Rudi menambahkan bahwa potensi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini di wilayah Lampung diprakirakan berlangsung hingga pertengahan Mei 2026.
“Potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga pertengahan Mei atau akhir Dasarian II bulan Mei,” pungkasnya.
Baca Juga:
Fenomena Kemarau Basah Landa Lampung, Sampai Kapan?
(Yar/P1)




