LAMPUNG77.com – Kapal Motor (KM) Arof tenggelam akibat cuaca buruk di Perairan Muara Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Dua orang anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang dan sampai saat ini masih dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Informasi yang diperoleh dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (BAsarnas) Lampung, kecelakaan laut tersebut terjadi pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Baca Juga:
Berhari-hari Hilang di Laut, Dua Nelayan Asal Pesisir Barat Ditemukan Selamat
Saat itu, KM Arof yang membawa enam orang ABK berlayar menuju Perairan Muara Kuala Penet untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan. Ketika berada di wilayah perairan tersebut, kapal diterjang cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi hingga kehilangan kendali dan akhirnya tenggelam.
Seluruh ABK berupaya menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Empat orang berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian, sementara dua lainnya hilang dan hingga kini belum ditemukan. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Basarnas Lampung pada Minggu (14/6/2026) malam.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Bakauheni langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” kata Dantim Rescuer Pos SAR Bakauheni Feriansyah, mewakili Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Senin (15/6/2026).
Menurut Feriansyah, memasuki hari kedua operasi pencarian, pada Senin (15/6/2026), upaya penyisiran dilakukan Tim SAR Gabungan, namun belum membuahkan hasil. Dua korban yang masih dalam pencarian masing-masing bernama Tarno (50), nahkoda kapal, dan Suarna (45). Keduanya adalah warga Cirebon, Jawa Barat.
Ia menuturkan pada pencarian tersebut, Tim SAR Gabungan membagi area operasi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan total luas area pencarian lebih dari 20 nautical mile.
Namun, kondisi cuaca menjadi tantangan utama selama operasi berlangsung. Hujan deras disertai gelombang setinggi 1 hingga 1,5 meter sempat memaksa tim menghentikan sementara pencarian pada siang hari demi keselamatan personel dan peralatan SAR.
“Meski sempat dilanjutkan kembali pada sore hari, pencarian hingga total penyisiran sekitar 45 nautical mile masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban. Tim kemudian menghentikan sementara pencarian pada pukul 16.40 WIB dan melanjutkan pemantauan visual di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.
Operasi pencarian akan dilanjutkan kembali pada hari ini, Selasa (16/6/2026) dengan memperluas area penyisiran berdasarkan hasil evaluasi dan pergerakan arus di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.
Basarnas Lampung mengimbau nelayan dan pengguna jasa laut untuk selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum melaut serta melengkapi kapal dengan peralatan keselamatan yang memadai guna mengurangi risiko kecelakaan di perairan.
Sementara itu, unsur SAR yang terlibat dalam pencarian tersebut antara lain Pos SAR Bakauheni, Polairud Polda Lampung, Polairud Lampung Timur, TNI AL Labuhan Maringgai, Bakamla, BPBD Lampung Timur, pihak pemilik kapal, keluarga korban, serta nelayan setempat.
(Yar/P1)




