Lampung77.com
No Result
View All Result
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Headline
  • Terpopuler
  • Wisata
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sepak Bola
  • Wisata
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
Lampung77.com
  • Headline
  • Terpopuler
  • Wisata
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sepak Bola
  • Wisata
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
Lampung77.com
No Result
View All Result
  • Terpopuler
  • Headline
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Sepak Bola
  • Olahraga
  • Politik
  • Sosok
  • Entertainment
  • Hukum & Kriminal
  • Video
  • Galery Foto
  • Indeks
Home Headline

Jejak Pengabdian Sang Fasilitator JAPFA for Kids di Ujung Pulau Sumatera

Iyar Jarkasih
Sabtu, 1 Agustus 2026
in Headline, Lampung
A A
Fasilitator JAPFA for Kids 2026

Fasilitator JAPFA for Kids 2026, Tamara Karent (kanan) memberi contoh kepada siswa cara mencuci tangan yang benar saat kegiatan JAPFA for Kids di SDN 1 Budidaya, Sidomulyo, Lampung Selatan, , Jumat (31/7/2026). (Foto: Iyar Jarkasih/Lampung77.com)

LAMPUNG77.com – Sinar matahari pagi mulai menyapa saat Tamara Karent (26) mulai mengeluarkan sepeda motor dari dalam rumah kontrakannya di wilayah Sidomulyo, Lampung Selatan.

Dia bersiap melakukan rutinitasnya untuk berkeliling menyambangi sejumlah sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Sidomulyo. Kegiatan rutin yang dilakukannya saban Senin-Sabtu.

“Biasanya saya berkeliling sehari-hari mulai jam 7 sudah keluar dari kontrakan. Dengan mengendarai motor, saya keliling ke dua atau tiga sekolah,” kata Tamara, saat diwawancarai wartawan Lampung77.com, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga:
JAPFA Gelar Media Gathering di Lampung: Paparkan Program JAPFA for Kids dan AKJJ 2026

Tamara adalah seorang fasilitator JAPFA. Di daerah ujung Pulau Sumatera ini, ia sedang menjalankan tugas dalam program JAPFA for Kids 2026, sebuah program inisiasi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) yang sudah 18 tahun berjalan dengan tujuan untuk meningkatkan status gizi dan membangun kebiasaan hidup sehat anak-anak sejak dini. Dalam program ini, JAPFA memberikan protein tambahan berupa telur setiap harinya kepada para siswa penerima manfaat, serta memberikan edukasi tentang prilaku hidup bersih dan sehat.

Dalam melaksanakan program JAPFA for Kids 2026 ini, Tamara tak sendiri. Ia bertugas bersama seorang rekan fasilitator lainnya, Debora Intan asal Tasikmalaya, Jawa Barat. Sudah sekitar tiga minggu, mereka menjalankan program sosial ini dengan menjangkau 15 sekolah dan sekitar 2.000 siswa SD di Sidomulyo. Keduanya akan bertugas selama 6 bulan atau hingga Desember 2026.

Tamara mengaku antusias dalam menjalani tugasnya, meski terkadang ia harus menempuh jarak hingga berkilo-kilometer untuk menjangkau lokasi sekolah yang akan dikunjunginya.

“Tapi kita ada jadwal untuk berkeliling bersama-sama. Jika ada lokasinya yang jauh dan sepi, kami berdua keliling bersama. Kita pakai motor dan sekolah terjauh itu jaraknya kurang lebih 10 kilometer,” ujar gadis asal Yogyakarta ini.

“Sejauh ini tidak ada (kendala). Tapi mungkin lebih ke khawatir saja, karena melewati jalan lintas (Sumatera), khawatirnya itu lebih ke medannya, karena saya baru pertama kali lewati medan jalan yang lumayan berbeda dari Pulau Jawa, medannya agak susah,” lanjutnya.

Tinggalkan Karir Modeling

Gadis berkacamata dengan logat bicara kental berbahasa Jawa ini ternyata memiiliki latar belakang seorang model. Namun, Tamara memilih untuk mengabdikan diri melakukan kegiatan sosial sebagai fasilitator JAPFA.

Ketertarikannya dengan program JAPFA for Kids yang menyasar kelompok rentan di masyarakat ini membuatnya rela meninggalkan karir di dunia modeling pada 2025.

“Program JAPFA ini membuat saya sangat tertarik dan mau meninggalkan karir saya di dunia modeling. Program CSR JAPFA ini menyasar kelompok rentan, salah satunya anak-anak yang malnutrisi. Itu menjadi ketertarikan saya yang sangat besar,” ujar Alumnus S1 Pembangunan Sosial dan Kesejahteran Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan tahun 2018 ini.

Tamara pun mengungkap tujuannya lebih memilih bergelut di kegiatan sosial bersama JAPFA. Ia mengaku ingin di usia produktifnya saat ini dapat lebih banyak mengexplore kondisi masyarakat Indonesia.

“Pengalaman saya di modeling, saya selalu berada di kota-kota yang berbeda. Saya tidak berada di dalam ruangan kantor, tapi lebih banyak menghabiskannya di lapangan dan beradaptasi di dunia sosial ini,” ujar Tamara.

“Saya pernah riset di Sumatera Selatan, di desa terpencil, dan saya menemui fakta-fakta menarik. Sebab itu, saya ingin explore lagi lokasi yang berada di luar Pulau Jawa terkait permasalahan sosial, karena ini juga sesuai dengan background pendidikan saya. Dan saya tertarik melihat realita,” lanjutnya.

JAPFA for Kids 2026 di Sidomulyo Lampung Selatan
Pihak JAPFA fasilitaor JAPFA for Kids, guru, dan para siswa berfoto bersama di sela-sela acara JAPFA for Kids di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Jumat (31/7/2026). (Foto: Iyar Jarkasih/Lampung77.com)

Debora Adaptasi Kulture

Sedikit berbeda dirasakan Debora Intan. Debora mengaku pada awal tugasnya sebagai fasilitator JAPFA for Kids 2026 di Sidomulyo, Lampung Selatan, ia harus beradaptasi dengan kulture di wilayah tugasnya ini. Namun, perlahan gadis asal Tasikmlaya ini sekarang sudah mulai terbiasa.

“Pertama kulture ya. Dan tantangannya karena belum terbiasa dengan jalur lintas Sumatera. Saya sebenarnya sudah terbiasa naik motor Tasik-Bandung, tapi disini kan banyak kendaraan besar. Namun, sudah dua minggu ini saya bisa beradaptasi dan jadi terbiasa dengan kulturenya,” kata Debora.

Sama dengan Tamara, Debora pun sangat antusias menjalani tugas sosial dalam program JAPFA for Kids 2026 ini. Ia mengaku mendapat pengalaman baru setelah berbaur dan bertemu warga lokal di Lampung.

“Sekarang sudah mulai enjoy di Lampung, sudah mulai menemukan ritmenya. Bahkan dari 15 sekolah ini kita juga sudah mulai membaca cara berkomunikasi dengan masing-masing siswa di sekolah,” kata Debora.

“Ke depan saya punya target ingin keliling Indonesia dan dapat pengalaman. Karena, lewat JAPFA for Kids ini saya merasa dapat value dan punya kepuasan sendiri ketika apa yang kami fasilitasi berdampak positif ke penerima manfaat,” lanjutnya.

Misi Turunkan Angka Malagizi

Tugas besar kini membentang di hadapan Tamara dan Debora. Dari 15 sekolah di Kecamatan Sidomulyo yang menjadi wilayah tugasnya sebagai fasilitator JAPFA for Kids 2026, terdeteksi ada 159 siswa yang terindikasi mengalami malagizi atau malnutrisi.

Tamara dan Debora pun kini berjibaku untuk mengimplementasikan program JAPFA for Kids agar misi menurunkan angka malnutrisi anak di wilayah tersebut bisa tercapai.

Sejumlah kegiatan mereka lakukan mulai dari memonitor pemberian protein tambahan berupa telur setiap harinya bagi siswa penerima manfaat, memberikan aktivitas senam empat pilar gizi seimbang ke para siswa di tiap-tiap sekolah, serta mengedukasi prilaku hidup bersih dan sehat seperti kebiasaan mencuci tangan dengan sabun.

“Jadi program JAPFA for Kids ini hadir untuk membiasakan anak-anak di sekolah melakukan pola-pola aktivitas itu sehingga nantinya bisa juga diterapkan di rumah,” kata Tamara.

“Dan setiap hari kita monitor penerima manfaat ini. Kami juga melakukan koordinasi dengan pihak puskesmas karena agenda selanjutnya penerima manfaat ini berkomitmen untuk kita lakukan medical check up. Jadi, kita tidak lihat dari makanan yang dikonsumsi atau pola hidup sehatnya saja, tapi kondisi kesehatan siswa juga apakah ada gangguan lainnya yang menghambat pertumbuhan,” lanjutnya.

Tamara berharap upaya-upaya yang dilakukan lewat program JAPFA for Kids ini bisa berbuah hasil positif terhadap kesehatan anak-anak sebagai generasi masa depan.

“Harapannya, ketika nanti kami sebagai fasilitator sudah tidak lagi bertugas, pihak sekolah dan orang tua dapat terus membuat hal-hal tersebut menjadi kebiasaan sehari-hari bagi anak-anak. Sehingga, penerima manfaat itu mendapatkan generasi anak-anak di masa depan yang berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Debora mengungkapkan efek positif dalam tiga minggu pelaksanaan JAPFA for Kids di Sidomulyo sudah mulai terlihat. Salah satunya, adalah keterlibatan orang tua terkait penerapan pola makan gizi yang seimbang.

“Sekarang sudah update telur pakai sayur. Dan orang tua siswa sudah mulai terapkan komponen-komponen makanan yang seimbang untuk anak-anaknya. Dampak lainnya, para siswa juga sudah mulai saling mengingatkan untuk selalu mencuci tangan,” kata Debora.

“Harpannya, semoga program JAPFA for Kids ini nantinya 65 persen bisa berdampak menjadi kebiasaan yang baik,” pungkasnya.

(Iyar Jarkasih/P1)

Tag AKJJ 2026Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA 2026Fasilitator JAPFA for KidsJapfaJAPFA for KidsJAPFA for Kids 2026

BERITA TERKAIT

JAPFA Media Gathering di Lampung

Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA 2026 Berhadiah Puluhan Juta, Cek Syaratnya!

Kamis, 30 Juli 2026
JAPFA Media Gathering di Lampung

JAPFA Gelar Media Gathering di Lampung: Paparkan Program JAPFA for Kids dan AKJJ 2026

Kamis, 30 Juli 2026
Keramba Jaring Apung

Pemkab Lampung Barat Terbuka Japfa Investasi Rp 400 Miliar

Rabu, 31 Mei 2023
Lihat Selanjutnya

BERITA TERBARU

Jejak Pengabdian Sang Fasilitator JAPFA for Kids di Ujung Pulau Sumatera

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Indonesia Sikat Timor Leste dan Vietnam-Singapura Imbang

Prakiraan Cuaca di Lampung Hari Ini 1 Agustus 2026, Cek Wilayah Berpotensi Hujan

Daftar Harga BBM Pertamina di Lampung Mulai 1 Agustus 2026, Pertamax Turun!

Harga Emas 24 Karat di Bandar Lampung Hari Ini Jumat 31 Juli 2026

ASDP: Update Jadwal Kapal Eksekutif Merak-Bakauheni Akhir Pekan Ini

Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA 2026 Berhadiah Puluhan Juta, Cek Syaratnya!

Lihat Selanjutnya
Lampung77.com

© 2026 Lampung77.com

  • Tentang Kami
  • Media Siber

Tetap Terhubung

No Result
View All Result
  • Terpopuler
  • Headline
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Sepak Bola
  • Olahraga
  • Politik
  • Sosok
  • Entertainment
  • Hukum & Kriminal
  • Video
  • Galery Foto
  • Indeks

© 2026 Lampung77.com