LAMPUNG77.com – Tiga Dosen IIB Darmajaya yakni Ary Meizari Alfian, S.E., M.M, Lukman Hakim, S.P., M.M, dan Ayu Firdhayanti, S.Kom., M.T.I menerbitkan Buku Manajemen Pemasaran Era Society 5.0.
Buku Manajemen Pemasaran Era Society 5.0 ini terbit 228 halaman terdiri dari 14 bab. Buku ini menguraikan bagaimana teknologi seperti AI, Internet of Things (IoT) dan Big data menjadi mitra manusia dalam membangun strategi pemasaran yang berpusat pada nilai dan kesejahteraan sosial.
Baca Juga:
Top! Lab IAC Darmajaya Raih Peringkat Dunia
Buku terbitan Pusaka Media dengan ber-ISBN ini mengajak pembaca memahami kolaborasi antara manusia dengan teknologi disertai studi kasus dan analisis mendalam yang bermanfaat bagi akademisi, praktisi, dan mahasiswa sarjana maupun pascasarjana.
“Konsumen modern tidak hanya membeli barang, mereka membeli nilai emosional dan sosial yang melekat pada produk,” kata Lukman Hakim, Dosen Prodi Manajemen IIB Darmajaya, saat mengenalkan buku terbaru Manajemen Pemasaran Era Society 5.0, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2026).
Menurut Lukman Hakim, perusahaan harus mampu membaca data perilaku konsumen agar strategi lebih efektif. Ia menegaskan big data dan kecerdasan buatan menjadi kunci memahami tren.
“Dengan analisis mendalam, promosi dapat lebih relevan dan tepat sasaran,” ujarnya.
Lukman mengungkapkan bahwa teknologi bukan sekadar alat, melainkan mitra dalam menciptakan solusi pemasaran.
“Society 5.0 menuntut kolaborasi manusia dan teknologi. Teknologi memperkuat kemampuan manusia dalam mengambil keputusan,” jelasnya.
Ia mencontohkan industri otomotif yang kini menawarkan pengalaman digital personal bagi pengguna. Menurutnya, keberlanjutan dan inklusivitas menjadi tren utama.
“Konsumen semakin peduli pada etika perusahaan dan dampak sosial produk. Strategi pemasaran harus transparan dan berorientasi keberlanjutan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Alfian Husin sekaligus Dosen Prodi Manajemen IIB Darmajaya, Ary Meizari menuturkan bahwa manajemen pemasaran di era Society 5.0 adalah seni menggabungkan data, teknologi, dan nilai kemanusiaan.
“Perusahaan yang mampu melakukan itu akan memenangkan hati konsumen,” ujarnya.
“Digital marketing bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Media sosial, website, dan e-commerce adalah kanal utama menjangkau konsumen,” lanjutnya.
Ia menambahkan pemasaran digital memungkinkan interaksi dua arah. Menurutnya, fedback real-time menjadi aset berharga untuk memperbaiki produk dan layanan. Inilah keunggulan dibanding pemasaran tradisional yang cenderung satu arah.
Sementara itu, penulis lainnya, Ayu Firdhayanti, Dosen Prodi Sistem Informasi IIB Darmajaya, mengatakan strategi omnichannel sebagai solusi masa depan.
“Dengan mengintegrasikan saluran tradisional dan digital, kita bisa menciptakan ekosistem pemasaran lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
“Artificial Intelligence, Augmented Reality, dan Virtual Reality akan menjadi masa depan pemasaran. AR dan VR mampu menciptakan pengalaman pelanggan yang tak terlupakan,” tambahnya.
Ia optimistis, dengan AI perusahaan dapat melakukan segmentasi pasar lebih cerdas, sementara AR dan VR menghadirkan simulasi interaktif yang meningkatkan kepuasan konsumen.
“Kombinasi teknologi ini akan membawa pemasaran ke level lebih tinggi,” pungkasnya.
(Rls/P1)




