Breaking News
light_mode

Kebakaran KMP Batumandi di Merak: 460 Orang Selamat, 11 Dirawat di RS

  • account_circle Lampung77
  • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026 - 09:29 WIB

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAMPUNG77.com – Sebanyak 460 orang terdiri dari 420 penumpang dan 40 kru KMP Batumandi yang terbakar di dekat Pelabuhan Merak berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan dalam kondisi selamat. Dari jumlah tersebut, 11 orang di antaranya dirawat di rumah sakit (RS).

“Seluruh penumpang dan kru berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, sebanyak 11 orang harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di RS Krakatau Medika, Cilegon,” kata Al Amrad, Kepala Kantor Basarnas Banten, dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

AL Amrad mengatakan insiden kebakaran KMP Batumandi tersebut terjadi pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Saat itu, pihak KMP Batumandi melaporkan kepada Vessel Traffic Service Operator (VTSO) Merak bahwa telah terjadi kebakaran di kamar mesin saat kapal berada di alur masuk penyeberangan Merak pada koordinat 05°56’520” LS – 105°59’553” BT.

Baca Juga: KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Ini Kata ASDP

Menindaklanjuti laporan tersebut, kata Al Amrad, Basarnas Banten segera mengerahkan personel dan sarana SAR untuk membantu proses evakuasi penumpang dan kru kapal. Pada pukul 16.45 WIB, Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Merak bergerak menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 0,86 mil laut, disusul Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Pada pukul 17.00 WIB, KN SAR Tetuka dan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 Banten juga diberangkatkan menuju lokasi untuk mendukung proses evakuasi.

“Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan evakuasi secara bertahap. Seluruh penumpang dan kru kapal berhasil dievakuasi hingga pukul 18.30 WIB dan selanjutnya dibawa ke KMP Royce 1 serta Dermaga 6 Pelabuhan Merak untuk proses pendataan dan penanganan lebih lanjut. Pendataan dilakukan berdasarkan manifest kapal guna memastikan kesesuaian jumlah penumpang dan kru yang berhasil dievakuasi,” ujarnya.

Menurut Al Amrad, Tim SAR juga melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di kapal maupun di perairan sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, upaya pemadaman dan penanganan kapal terus dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur dan sarana laut. Sebanyak 18 kapal dan unsur pendukung dikerahkan dalam operasi tersebut, termasuk KMP Royce 1, KN SAR Tetuka, KN Jembio, KP Sanjaya, KPLP Jembio, KAL Deli, sejumlah kapal tunda, kapal patroli, kapal nelayan dan masyarakat, serta unsur kepabeanan.

“Pada pukul 21.25 WIB, TB Karya Pacific 2291 melaporkan bahwa proses evakuasi dan pemadaman KMP Batu Mandi telah selesai,” kata Al Amrad.

Ia menambakan Operasi SAR ini melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, TNI AL melalui Lanal Banten, Polda Banten, Polairud, KSOP, ASDP Merak, Polsek Merak, Dinas Perhubungan Cilegon, BKK Merak, BPBD Kota Cilegon dan Provinsi Banten, Damkar Cilegon, PMI Cilegon, Pramuka Peduli, BAGANA, serta unsur terkait lainnya.

“Hingga laporan terakhir diterima, seluruh penumpang dan kru KMP Batu Mandi telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Tim SAR tetap bersiaga di posko untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi kebutuhan penanganan lanjutan,” pungkasnya.

(Yar/P1)

  • Penulis: Lampung77
expand_less