Lampung77.com
No Result
View All Result
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Headline
  • Terpopuler
  • Wisata
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sepak Bola
  • Wisata
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
Lampung77.com
  • Headline
  • Terpopuler
  • Wisata
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sepak Bola
  • Wisata
  • Hukum & Kriminal
  • Olahraga
Lampung77.com
No Result
View All Result
  • Terpopuler
  • Headline
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Sepak Bola
  • Olahraga
  • Politik
  • Sosok
  • Entertainment
  • Hukum & Kriminal
  • Video
  • Galery Foto
  • Indeks
Home Headline

Guru Besar UGM Nilai Anak Gajah Lahir di Lembah Hijau Keberhasilan Konservasi Ex Situ

Lampung77
Kamis, 25 Juni 2026
in Headline, Lampung
A A
Bayi Gajah Sumatera Lahir di Lembah Hijau Lampung

Bayi Gajah Sumatera Lahir di Lembah Hijau Lampung, Jumat (5/6/2026). (Foto: Istimewa)

LAMPUNG77.com – Kelahiran anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) di Lembaga Konservasi Lembah Hijau, Lampung, seberat 123 kilogram pada 5 juni 2026 lalu, menjadi angin segar dalam upaya pelestarian satwa langka di Indonesia. Kelahiran anak Gajah Sumatera ini menambah deretan keberhasilan di lembaga konservasi tersebut setelah sebelumnya juga berhasil mengembangbiakkan Harimau Sumatra.

Di tengah adanya ancaman seperti penyusutan habitat, konflik manusia dan satwa, hingga perburuan liar, kelahiran satwa baru memberikan harapan sekaligus menunjukkan bahwa upaya konservasi yang telah dikelola dengan baik berperan besar dalam mendukung keberlangsungan satwa yang kini telah terancam punah.

Lihat Juga:
FOTO: Bayi Gajah dan 2 Anak Harimau Sumatera Lahir di Lembah Hijau Lampung

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. drh. Wisnu Nurcahyo, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan pencapaian penting, terutama karena kasus reproduksi Gajah Sumatera di lembaga konservasi tidak mudah untuk dilakukan. Selain masa hamil yang panjang, pengembangbiakkan gajah juga menghadapi berbagai macam tantangan dalam menjaga keragaman genetik dan perkawinan sedarah.

“Saya kira kelahiran bayi gajah ini merupakan suatu keberhasilan yang baik untuk kelangsungan konservasi. Gajah itu masa kehamilannya lama, bisa 18 sampai 22 bulan, sehingga pengembangbiakkannya tidak mudah dilakukan di lembaga konservasi,” kata Wisnu, seperti dikutip dari situs resmi UGM, Kamis (25/6/2026).

Wisnu menuturkan perkawinan sedarah atau in-breeding pada gajah dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, keguguran, kelahiran prematur, hingga kematian anak satwa. Sebaliknya, perkawinan antara individu yang tidak memiliki hubungan kekerabatan akan menghasilkan nilai konservasi yang lebih tinggi karena memperkaya keragaman genetik populasi.

Baca Juga:
Selamat! Satu Lagi Bayi Gajah Sumatera Lahir di Lembah Hijau Lampung

“Kalau dari jantan dan betina itu beda, bukan saudara, itu memberikan nilai konservasi yang tinggi sehingga genetiknya baru. Keberhasilan konservasinya juga lebih tinggi. Tetapi kalau perkawinan antar saudara ini tidak bagus karena dapat mengakibatkan penyakit, abortus, prematur, dan sebagainya ” ujarnya.

Menurut Wisnu, keberhasilan yang dicapai Lembah Hijau menunjukkan adanya pengamatan dan pendampingan yang baik dari dokter hewan maupun mahout dalam mengelola reproduksi gajah. Keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan oleh keberadaan pasangan jantan dan betina, tetapi juga kemampuan pengelola mengenali waktu reproduksi yang tepat sehingga proses perkawinan dapat berlangsung secara alami.

“Berarti ada pengamatan yang dilakukan oleh dokter hewan dan pawang gajah sehingga pada saat betinanya siap dikawini dan jantannya juga mau, maka terjadi perkawinan,” kata Wisnu.

Anak Gajah Sumatera betina lahir di Lembah Hijau Lampung
Anak Gajah Sumatera betina lahir di Lembah Hijau Lampung dengan bobot 123 kg. (Foto: Istimewa)

Ia menegaskan bahwa konservasi ex situ memiliki fungsi yang berbeda dibandingkan dengan konservasi di habitat alaminya (in situ). Satwa yang lahir dan besar di lembaga konservasi telah beradaptasi dengan pola hidup yang berbeda, sehingga tidak disarankan untuk dilepaskan kembali ke alam liar.

“Satwa dari ex situ sangat tidak disarankan untuk dilepas di alam liar karena kehidupannya sudah mendapatkan makanan dari pengelola dan tidak bisa mencari makan sendiri,” jelasnya.

Namun demikian, ia menuturkan kalau lembaga konservasi tetap memiliki peran penting sebagai sarana menyelamatkan dan melindungi satwa, serta sebagai wadah pendidikan konservasi bagi masyarakat. Melalui lembaga konservasi, masyarakat dapat mempelajari berbagai aspek kehidupan satwa liar mulai dari anatomi, perilaku, pakan, hingga biologi reproduksinya secara lebih dekat.

“Untuk pendidikan konservasi, ex situ ini sangat bagus karena masyarakat bisa mempelajari satwa secara langsung dan memahami bagaimana konservasi dilakukan dengan baik,” tuturnya.

Bayi gajah Sumatera lahir di Lembah Hijau Lampung bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026
Bayi Gajah Sumatera yang lahir di Lembah Hijau Lampung pada Jumat, 5 Juni 2026, ini bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. (Foto: Istimewa)

Adapun keberhasilan breeding yang ada di Lembaga Konservasi Lembah Hijau, dapat menjadi contoh bagi lembaga konservasi lain di Indonesia. Akan tetapi, adanya keberhasilan tersebut hanya dapat diraih apabila pengelola benar-benar memperhatikan kesejahteraan satwa melalui penyediaan lingkungan yang nyaman, menjamin kesehatannya, hingga ketersediaan pakan yang terjamin.

“Kalau tempatnya nyaman, pakannya tersedia, kesehatannya terjamin, air dan tempat bermain memadai, mereka akan berkembang biak dengan baik,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan kembali bahwa keberhasilan pengembangbiakan satwa langka tidak dapat dilepaskan dari komitmen pengelola dalam memenuhi kesejahteraan satwa secara menyeluruh. Menurutnya, kesejahteraan satwa harus menjadi prioritas utama agar tujuan konservasi dapat tercapai secara berkelanjutan.

“Jangan hanya mau tiket masuknya. Jangan hanya dieksploitasi saja, tetapi pakan, kesejahteraan hewan, kesehatan, lingkungan, dan kandangnya harus diperhatikan,” pungkas Wisnu.

Baca Juga:
Kabar Gembira! Dua Anak Harimau Sumatera Lahir di Lembah Hijau Lampung

Sumber: ugm.ac.id

(Yar/P1)

Tag Anak Gajah Lahir di Lembah HijauBayi GajahBayi Gajah Lahir di Lembah HijauGuru Besar UGMKonservasiLembah HijauLembah Hijau Lampung

BERITA TERKAIT

Satelit Lampung-1

Terpopuler: Satelit Lampung-1 Diluncurkan hingga Fasilitas Wisata Lembah Hijau

Senin, 10 Agustus 2026
Ultah ke-4 Gajah Rawana di Lembah Hijau Lampung

7 Potret Meriahnya Momen Ultah ke-4 Gajah Rawana di Lembah Hijau Lampung

Minggu, 9 Agustus 2026
Ultah ke-4 Gajah Rawana di Lembah Hijau Lampung

Ultah ke-4 Gajah Rawana di Lembah Hijau: Pamer 32 Gerakan, Dapat Tumpeng Buah

Sabtu, 8 Agustus 2026
Taman Wisata dan Taman Satwa Lembah Hijau Lampung

Lembah Hijau Lampung: Fasilitas-Aktivitas Wisata, Harga Tiket, Lokasi dan Rute

Jumat, 7 Agustus 2026
Melihat dan memberi makan gajah di Lembah Hijau Lampung

Promo Kemerdekaan, Tiket Masuk Wisata Lembah Hijau Lampung Diskon 17 Persen

Rabu, 5 Agustus 2026
Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Magang di Lembah Hijau Lampung

4 Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Magang di Lembah Hijau Lampung

Kamis, 23 Juli 2026
Lihat Selanjutnya

BERITA TERBARU

Thank You Paul Munster, Welcome Oscar Bruzon Barreras

DPRD Lampung Soroti Dugaan Pelecehan Siswi SMPN di Bandar Lampung

Harga Emas 24 Karat di Bandar Lampung Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026

Harga Emas Antam Meroket Hari Ini 11 Agustus 2026, Cek Rinciannya

Grand Opening MS Glow Aesthetic Lampung: Luncurkan Treatment Terbaru, Diskon 50 Persen

Lihat Selanjutnya
Lampung77.com

© 2026 Lampung77.com

  • Tentang Kami
  • Media Siber

Tetap Terhubung

No Result
View All Result
  • Terpopuler
  • Headline
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Sepak Bola
  • Olahraga
  • Politik
  • Sosok
  • Entertainment
  • Hukum & Kriminal
  • Video
  • Galery Foto
  • Indeks

© 2026 Lampung77.com