Breaking News
light_mode

Speedboat Rombongan Jurnalis Hilang Kontak Saat Hendak Meliput Erupsi Anak Krakatau

  • account_circle Lampung77
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAMPUNG77.com – Speedboat yang membawa rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dari titik terdekat yang aman di Perairan Selat Sunda.

Speedboat tersebut dilaporkan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Informasi yang diperoleh, total ada 8 orang yang berada dalam speedboat tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad mengatakan sebanyak delapan orang yang berada di dalam speedboat tersebut hingga saat ini masih dalam pencarian.

Baca Juga: Lagi, Gunung Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali Pagi Ini

Menurutnya delapan orang itu terdiri dari dua awak kapal, seorang guide, serta lima jurnalis. Mereka yakni Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima orang jurnalis, yaitu M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis freelance).

“Setelah menerima laporan, Tim Rescue Unit Siaga SAR Pandeglang bergerak menuju lokasi kejadian sekitar pukul 14.15 WIB. Tim kemudian melakukan penyisiran menuju arah Krakatau dan sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan speed boat,” kata Al Amrad, dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

“Selain itu, RIB 02 Banten juga melaksanakan penyisiran di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Namun, hingga penyisiran berakhir, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang masih dalam pencarian,” lanjutnya.

Kmeudian pada sore harinya, kata Al Amrad, KN SAR Tetuka 247 juga bertolak dari Pelabuhan BBJ menuju lokasi kejadian untuk memperkuat operasi pencarian. Kapal tersebut kemudian melakukan penyisiran dan pemantauan visual di sepanjang rute pencarian.

Dalam operasi SAR hari pertama tersebut, sejumlah unsur terlibat di antaranya personel KN SAR Tetuka, Rescuer USS Pandeglang, Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Polairud Polda Banten, Polairud Mabes, Lanal, Polsek Carita, Satpol PP, Babinsa, unsur pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, serta unsur media.

Adapun peralatan yang digunakan meliputi KN SAR Tetuka 247, RIB 02 Banten, rescue car, truk personel, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya.

Baca Juga: Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau di Lampung: Warga Keluhkan Mata Perih hingga Imbauan BPBD

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Hari Ini

Operasi SAR pada hari pertama kenmarin ditutup dengan hasil nihil. Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian pada hari ini, Rabu (9/9/2026) dengan memperluas area penyisiran sesuai hasil evaluasi dan kondisi di lapangan.

Kasubsie Ops dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto mengatakan dalam pelaksanaan pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan area pencarian.

SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan rencana penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM) dan jarak antarjalur pencarian atau spacing 3 NM. Sementara SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan total jarak penyisiran 69,5 NM dan spacing 3 NM. Kedua SRU tersebut melakukan pencarian di area perairan yang telah ditentukan berdasarkan perencanaan operasi SAR.

Sementara itu, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan total rencana penyisiran 67 NM dan spacing 1 NM. Sedangkan SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang, yang menjadi salah satu area pencarian berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya.

Pencarian melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, serta unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, dan unsur terkait lainnya.

“Sejumlah sarana turut dikerahkan dalam operasi ini, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, rescue car, truk personel, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya,” ujar Rizky, dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mengimbau masyarakat, nelayan, dan pengguna jasa transportasi laut untuk turut memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat maupun delapan orang yang masih dalam pencarian tersebut.

Baca Juga: Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas di Lampung hingga Jakarta

(Yar/P1)

  • Penulis: Lampung77
expand_less