LAMPUNG77.com – Seorang pelajar dilaporkan hilang tenggelanm saat berenang di air terjun atau curug Sri Rahayu, Talang Blawor, Desa Madang Jaya, Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Tim SAR Gabungan saat ini masih melakukan pencarian terhadap korban.
Korban diketahui bernama Windi Sulastri (17), seorang pelajar asal Kampung Sri Mukti, Kecamatan Lebak Peniangan, Kabupaten Way Kanan.
Baca Juga:
Berhari-hari Hilang di Laut, Dua Nelayan Asal Pesisir Barat Ditemukan Selamat
Informasi yang diperoleh dari Basarnas Lampung, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (22/7) sore. Saat itu, korban bersama 10 rekannya berangkat menuju Curug Sri Rahayu sekitar pukul 14.15 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.53 WIB. Rombongan kemudian berenang di kawasan air terjun tersebut.
Saat asyik berenang, teman-teman korban tidak menyadari bahwa korban berada di posisi paling belakang. Pada sekitar pukul 15.30 WIB, salah seorang rekannya menyadari korban sudah tidak terlihat. Pencarian awal sempat dilakukan oleh rekan-rekan korban dan warga sekitar, namun tidak membuahkan hasil.
Kepala Desa Madang Jaya kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung pada pukul 22.30 WIB untuk meminta bantuan operasi pencarian dan pertolongan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan menempuh perjalanan sekitar 126 kilometer. Tim tiba di lokasi pada Kamis (23/7/2026) dini hari dan langsung berkoordinasi dengan BPBD Way Kanan serta unsur SAR Gabungan.
Kepala Kantor Basarnas Lampung yang diwakili Komandan Pos SAR Tulang Bawang Zian Fajri menyampaikan bahwa pada hari pertama operasi pencarian, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan menyelam di sekitar lokasi korban diduga tenggelam serta penyisiran sepanjang aliran sungai sejauh kurang lebih satu kilometer.
“Selain itu, pemantauan visual juga dilakukan pada sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi korban terbawa arus. Namun hingga pencarian dihentikan sementara pada Kamis sore, korban belum berhasil ditemukan,” kata Zian, dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Operasi pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Lokasi kejadian berada di kawasan hutan dengan akses yang cukup sulit sehingga hanya dapat dilalui kendaraan roda dua pada beberapa titik. Selain itu, minimnya jaringan komunikasi serta derasnya arus di dasar air terjun menyebabkan visibilitas penyelaman menjadi sangat terbatas.
Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan melibatkan personel dari Pos SAR Tulang Bawang, TNI/Polri, BPBD Kabupaten Way Kanan, keluarga korban, dan masyarakat setempat. Berbagai peralatan SAR dikerahkan, di antaranya dua unit kendaraan rescue, satu set perahu karet beserta motor tempel, dua set peralatan selam, perangkat komunikasi, alat pelindung diri, serta peralatan pendukung lainnya.
Tim SAR Gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian pada Jumat (24/7/2026) dengan memperluas penyisiran di sepanjang aliran sungai, dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
(Yar/P1)




