Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gubernur Lampung-Dirjen KSDAE Beri Nama 2 Anak Harimau Sumatera di Lembah Hijau Puspa dan Muli Sikop

  • account_circle Iyar Jarkasih
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAMPUNG77.com – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Satyawan Pudyatmoko, memberi nama 2 anak Harimau Sumatera yang lahir di Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Lembah Hijau dengan nama Puspa dan Muli Sikop.

Kedua anak Harimau Sumatera betina tersebut lahir pada 14 Februari 2026 dari pasangan Sinta (betina) dan Kyai Batua (jantan). Kehadiran dua individu baru satwa endemik ini sangat istimewa karena lahir dari kedua induk yang cacat. Kelahiran ini juga merupakan yang pertama kali secara ex-situ atau di luar habitatnya di Provinsi Lampung.

Baca Juga:
Kabar Gembira! Dua Anak Harimau Sumatera Lahir di Lembah Hijau Lampung

Kyai Batua dan Sinta sebelumnya sama-sama pernah menjadi korban jerat pemburu. Kyai Batua mengalami cacat permanan di kaki kanan depan setelah harus menjalani operasi amputasi karena terkena jerat di Desa Batu Ampar, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, pada 2 Juli 2019, silam. Sedangkan Sinta mengalami cacat di kaki kanan belakang akibat terkena jerat pemburu di wilayah Bengkulu pada Desemnber 2024.

Gubernur Lampung Beri Nama Puspa

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memberikan nama Puspa untuk salah satu anak Harimau Sumatera yang lahir di Lembah Hijau tersebut.

Nama Puspa sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang secara harfiah berarti bunga atau kembang. Nama ini melambangkan keindahan, kecantikan, dan kelembutan.

“Saya beberapa waktu lalu diberi kehormatan untuk memberi nama seekor anak Harimau Sumatera yang lahir di Lembah Hijau. Kebetulan anaknya betina, jadi saya tanya sama istri saya dan hasil istikharah dia diberi nama Puspa,” kata Gubernur, saat acara pemberian nama anak Harimau Sumatera di Taman Satwa Lembah Hijau Lampung, Jumat (22/5/2026).

Mirza –sapaan Rahmat Mirzani Djausal– menegaskan Pemprov Lampung mendukung upaya-upaya konservasi dan pelestarian satwa. Ia mengapresiasi keberhasilan konservasi di LK Taman Satwa Lembah Hijau atas kelahiran dua ekor anak Harimau Sumatera.

“Kami di Pemerintah Provinsi Lampung sangat mendukung kegiatan seperti ini. Lampung sangat beruntung punya alam yang indah, punya hutan, punya taman nasional, dan punya hewan-hewan langka ini. Ini adalah titipan yang harus kita jaga bersama-sama,” kata Mirza.

“Terima kasih kepada Pak Irwan dengan Lembah Hijau. Ini nggak bisa dilakukan tanpa ada kecintaan. Saya yakin tidak bisa dilakukan tanpa ada semangat, tidak bisa dilakukan tanpa ada keikhlasan. Semoga akan menjadi semangat terus bagi yang lain untuk sama-sama mencontoh Lembah Hijau dalam menjaga hewan-hewan liar kita,” lanjutnya.

Mirza juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menanamkan kepada anak-anaknya rasa cinta kepada alam dan hewan-hewan di sekitar.

“Kita kenalkan rasa cinta alam ini ke anak-anak. Kita ingin ke depan anak-anak Lampung bangga dengan alamnya dan punya rasa peduli untuk melindungi hewan-hewan di sekitar mereka,” pungkas Mirza.

Lihat Juga:
Video: Penampakan Dua Anak Harimau Sumatera yang Lahir di Lembah Hijau Lampung

Pemberian nama dua anak Harimau Sumatera di Lembah Hijau Lampung

Dari Kanan: Komisaris Lembah Hijau M. Irwan Nasution, Dirjen KSDAE Kemenhut Satyawan Pudyatmoko, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung Agung Nugroho, berfoto bersama usai penandatangan sertifikat nama dua anak Harimau Sumatera di LK Taman Satwa Lembah Hijau Lampung. (Foto: Lampung77.com)

Dirjen KSDAE Beri Nama Muli Sikop

Sementara itu, Dirjen KSDAE Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko, memberikan nama satu anak Harimau Sumatera lainnya yang lahir di Lembah Hijau dengan nama Muli Sikop.

“Diberi dengan nama lokal Lampung, Muli Sikop. Artinya perempuan cantik dari Lampung. Mudah-mudahan bisa secantik namanya dan takdirnya juga cantik bisa berkembang biak menghasilkan anak-anak yang lebih banyak lagi,” kata Satyawan Pudyatmoko.

“Mudah-mudahan sehat dan semoga juga bisa mendukung pelestarian harimau yang ada di alam. Kalau nanti anaknya banyak kan mungkin ada sebagian yang nanti kita kembalikan ke alam. Karena, kalau bapak (Kyai batua) dan ibunya (Sinta) memang sudah tidak mungkin lagi kita kembalikan ke alam karena kemampuan berburunya sudah sangat jauh berkurang akibat kakinya yang diamputasi, yang Sinta kaki belakang dan Batua kaki depan. Jadi, lebih baik kita kembangbiakan di LK agar nanti ada manfaatnya di konservasi harimau,” lanjutnya.

Lembah Hijau Support Program Pemerintah

Komisaris LK Taman Satwa Lembah Hijau Lampung, M. Irwan Nasution mengatakan kondisi kedua anak Harimau Sumatera tersebut saat ini baik dan sehat,

“Kondisi baik, sehat, dan dalam pantauan tim dari Lembah Hijau. Selalu kebersamaan dengan induknya. Jadi, masih dalam asuhan induknya,” kata Irwan.

Irwan menuturkan Lembah Hijau Lampung akan terus berupaya berkontribusi dan akan mendukung program Pemerintah dalam konservasi Harimau Sumatera.

“Kita berharap tentu Lembah Hijau terus dapat berkontribusi dalam konservasi Harimau Sumatera ini. kita juga support program pemerintah apakah melalui GSMP atau in-situ. Lembah tetap akan support Pemerintah,” kata Irwan.

Ia menambahkan setelah kemunculan perdana kedua anak Harimau Sumatera tersebut pada hari ini, selanjutnya secara bertahap keduanya akan ditempatkan di kandang umbaran yang bisa dilihat pengunjung.

“Pengunjung nanti akan bisa melihat. Utamanya kita akan keluarkan bertahap. Mungkin dari jam 08.00 sampai jam 10.00. Setelah itu, mungkin dari jam 8.00 sampai jam 12.00. Akan disesuaikan dengan tahapan umurnya. Supaya juga tidak kaget nanti dan juga dapat berjemur dan terkena sinar matahari,” pungkas Irwan yang juga Koordinator Wilayah Sumatera dan Kalimantan Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) tersebut.

Baca Juga:
Kelahiran Dua Anak Harimau Sumatera Tuai Respons Positif, Lembah Hijau: Terima Kasih!

(Yar/P1)

  • Penulis: Iyar Jarkasih
expand_less