LAMPUNG77.com – Kota Bandar Lampung banjir lagi, Selasa (14/4/2026). Genangan air merendam pemukiman warga hingga jalan-jalan protokol di Ibu Kota Provinsi Lampung ini.
Banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kota Bandar Lampung dari sore hingga malam hari.
Informasi yang dihimpun, sejumlah daerah di Kota Bandar Lampung yang terendam banjir di antaranya wilayah Tanjungkarang Pusat, Kedaton, Enggal, Tanjung Senang, hingga Way Halim.
Baca Juga:
Cuaca Lampung April 2026: Waspada Fenomena Cuaca Ekstrem di Masa Pancaroba!
Di kawasan pertigaan RSUD Abdul Moeloek serta di Kaliawi, Tanjungkarang Pusat, ketinggian air dilaporkan mencapai sepinggang orang dewasa.
“Jangan lewat pertigaan RSUD Abdul Moeloek, banjir hampir setengah mobil,” demikian bunyi tulisan pesan yang disertai video melalui aplikasi perpesanan WhatsApp Grup.
Baca Juga:
Banjir Bandar Lampung: 2 Orang Meninggal Dunia, 1 Hilang
Peringatan Dini BMKG
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini dampak hujan sedang hingga lebat di Kota Bandar Lampung.
Dalam keterangannya, pada Selasa (14/4/2026) malam sekitar pukul 19.39 WIB, BMKG menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di wilayah Kota Bandar Lampung berpotensi meningkatkan debit air permukaan.
Kondisi ini dapat memicu terjadinya genangan di sejumlah wilayah rawan, khususnya daerah dataran rendah, sekitar aliran sungai kecil, serta kawasan dengan sistem drainase yang kurang optimal.
“Status AWAS diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak hidrometeorologi yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat,” tulis Prakirawan BMKG Lampung, dalam keterangannya.
BMKG mengungkapkan wilayah yang terdampak diantaranya Kecamatan Kedaton, Kemiling, Sukarame, Tanjungkarang Barat, Panjang, Tanjungkarang Timur, Tanjungkarang Pusat, Telukbetung Selatan, Telukbetung Utara, Rajabasa, Tanjung Senang, Sukabumi, Labuhan Ratu, Way Halim, Langkapura, Enggal, Kedamaian, Bumi Waras, dan sekitarnya.
“Dampak yang berpotensi terjadi yakni genangan di area rendah, peningkatan debit sungai, jalan licin dan jarak pandang menurun, potensi aliran permukaan meningkat,” lanjut keterangan tersebut.
“Imbauan untuk Masyarakat, tetap waspada terhadap perubahan cuaca, hindari area rendah saat hujan, periksa saluran air sekitar rumah, waspadai peningkatan debit sungai, pantau informasi resmi BMKG dan BPBD setempat,” pungkas BMKG.
Lihat Juga:
Miris, Kondisi Jalan Rusak di Bandar Lampung Makin Parah
(Yar/P1)




