LAMPUNG77.com – Fonomena angin kencang melanda sejumlah wilayah Lampung akhir-akhir ini. Kecepatan angin mencapai 55 km/jam. Apa penyebabnya?
Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto menyebutkan angin kencang yang dirasakan di wilayah Lampung dipengaruhi oleh menguatnya Monsun Asia atau angin baratan yang membawa massa udara basah dari Asia menuju Australia.
“Selain itu, terdapat pengaruh tidak langsung dari aktifnya pola pertemuan dan belokan angin di sekitar Sumatra bagian selatan,” kata Rudi, dalam keterangannya saat dihubungi Lampung77.com, Sabtu (24/1/2026).
Baca Juga:
Sampai Kapan Puncak Musim Hujan 2026 di Lampung? Ini Kata BMKG
“Kombinasi ini meningkatkan gradien tekanan udara sehingga kecepatan angin di wilayah Lampung menjadi lebih kencang dari normal,” lanjutnya.
Berdasarkan pemantauan BMKG, kata Rudi, kecepatan angin di wilayah Lampung umumnya berkisar antara 18 hingga 55 km/jam, terutama di wilayah pesisir dan perairan seperti Perairan Barat Lampung, Teluk Lampung bagian selatan, dan Selat Sunda bagian selatan.
“Sementara di daratan, hembusan angin dapat terasa lebih kencang saat terjadi hujan lebat akibat pengaruh downdraft dari awan hujan,” ujarnya.
Rudi meambahkan BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi pohon tumbang, atap ringan, dan baliho akibat angin kencang.
“Kemudian, berhati-hati saat berkendara, terutama saat hujan lebat disertai angin,” imbau Rudi.
“Nelayan dan pengguna transportasi laut juga agar memperhatikan peringatan dini cuaca maritim karena angin kencang dapat meningkatkan tinggi gelombang. Serta, selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi dari BMKG,” pungkasnya.
(Yar/P1)



