LAMPUNG77.com – Proyek pembangunan infrastruktur jembatan di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, tak berlanjut alias mangkrak. Imbasnya, warga setempat sampai saat ini masih harus menyeberang sungai menggunakan perahu kayu untuk beraktivitas sehari-hari seperti pulang dan pergi sekolah.
Dari informasi yang dihimpun, proyek pembangunan jembatan di Desa Kali Pasir ini sebelumnya sempat dilakukan secara bertahap pada tahun 2020-2022 dan disebut-sebut menelan biaya sekitar Rp 18 miliar.
Warga sekitar Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, pun protes. Mereka bahkan memasang Bendera Merah Putih setengah tiang di pinggiran sungai sebagai bentuk protes lantaran pembangunan jembatan penghubung yang melintasi sungai di desa mereka hingga kini tak kunjung terealisasi.
“Bendera yang kita kibarkan ini mewakili kami, karena hingga kini kami masih menderita dalam mencari nafkah padahal sudah merdeka. Desa Kali Pasir berdiri tahun 1960 tapi hingga 2026 infrastruktur belum kami rasakan,” kata salah seorang dalam video viral yang di unggah akun TikTok, Andre Angler Liar.
Belakangan ini, kondisi sehari-hari yang dialami warga Kali Pasir, Lampung Timur, tersebut viral di media sosial. Dari sejumlah video yang beredar, tampak warga dan pelajar menaiki perahu kayu untuk menyeberangi sungai, termasuk kendaraaan sepeda motor mereka juga diangkut menggunakan perahu tersebut. Sedangkan sebagian warga lainnya tampak harus menunggu di pinggiran sungai untuk mengantri angkutan perahu selanjutnya.
Baca Juga:
Warga Lampung Timur Bangun Jalan Sendiri, Patungan Uang dari Hasil Panen
Respons Bupati Lampung Timur
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, pun menanggapi viralnya video pelajar dan warga yang menyeberangi sungai menggunakan perahu di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, tersebut.
Ela menilai kondisi tersebut sangat membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintasi sungai menggunakan perahu untuk berangkat dan pulang sekolah.

Bukan tanpa upaya untuk kembali melanjutkan pembangunan jembatan itu, sebagai Bupati, Ela mengaku sudah berulang kali melakukan tinjauan ke lokasi tersebut. Ia pun memastikan sudah melakukan upaya agar jembatan segera dibangun.
“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena keterbatasan anggaran. Saya juga sudah beberapa kali meninjau ke lokasi,” kata Ela, dalam keterangannya saat diwawancarai, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur telah mengajukan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat sejak beberapa tahun lalu, melalui Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk melalui skema bantuan presiden. Namun, hingga saat ini, pembangunan tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.
Di tengah meningkatnya perhatian publik akibat video yang viral, Bupati menyampaikan bahwa respons lintas instansi mulai bergerak cepat. Kodim, Kodam, serta Kementerian Pekerjaan Umum telah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi penyeberangan sungai tersebut.
“Sebagai bentuk afirmasi dan solusi sementara, sambil menunggu jembatan permanen, kami mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih,” kata Ela.
Rencananya, Jembatan Merah Putih akan dibangun oleh pemerintah pusat pada triwulan pertama atau kedua tahun 2026. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) juga telah melakukan koordinasi dan dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran teknis sebagai tahap awal pelaksanaan.
“BPJN sudah berkoordinasi dan besok akan turun untuk mengukur lokasi. Ini agar masyarakat tidak lagi bergantung pada perahu kecil yang sangat berisiko,” ujarnya.
Sementara itu, untuk pembangunan jembatan permanen, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 80 miliar. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur baru mampu mengalokasikan sekitar Rp 18,99 miliar, sehingga masih memerlukan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Ela menegaskan bahwa penanganan di wilayah tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial. Selain pembangunan jembatan, perbaikan tanggul sungai juga menjadi bagian penting dalam solusi jangka panjang.
(And/P1)



