LAMPUNG77.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Timur memberikan penjelasan soal dugaan ratusan siswa dan santri mengalami keracunan usai santap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marga Tiga.
Untuk diketahui, MBG tersebut didistribusikan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Surya Mataram, Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur, pada Rabu, 28 Januari 2026, lalu.
Kepala Dinkes Lampung Timur, dr Ekawaty Apryandari membenarkan pihaknya bersama Forkopimcam telah melakukan pemeriksaan lantaran adanya beberapa santri dan siswa yang mengalami gejala mual, muntah, lemas, pusing, sakit perut dan diare karena dugaan usai menyantap MBG.
Baca Juga:
Ratusan Siswa-Santri di Lampung Timur Mual dan Sakit Perut Diduga Usai Santap MBG
Menurutnya, selain terus memantau kesehatan beberapa siswa yang dilakukan perawatan di Klinik setempat, pihaknya juga langsung melakukan penyelidikan epidemiologi dan inspeksi sanitasi lingkungan ke pondok pesantren serta dapur MBG setempat.
“Adapun sampel yang diambil yaitu air bersih dikirim ke Labkesda Lampung Timur untuk dilakukan pemeriksaan. Dan sampel makanan dari SPPG Surya Mataram dan muntahan siswa dikirim ke Dinkes Provinsi Lampung,” kata Kadiskes dr Ekawati, dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Ia mengungkapkan kejadian luar biasa yakni keracunan makanan di beberapa sekolah di Kecamatan Marga Tiga tersebut dengan jumlah penderita sementara 47 anak yang telah dirawat di klinik wilayah setempat.
Sementara itu, terkait penyebab para siswa dan santri mengalami keracunan makanan, berdasarkan wawancara dan observasi di lokasi, pihak Dinkes Lampung Timur menduga kemungkinan berasal dari makanan MBG ayam suwir yang sudah basi dan telah terkontaminasi bakteri.
“Soal untuk penegakan diagnosis masih menunggu hasil dari laboratorium terlebih dahulu,” ujar Ekawati.
Sambil menunggu hasil pemeriksaan tersebut, operasional Dapur MBG atau SPPG Surya Mataram dihentikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Nomor: 248/D.TWS/01/2026 Tanggal 31 Januari 2026.
Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa dan santri di wilayah Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur, Provinsi Lampung, mengalami mual dan sakit perut diduga usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah siswa bahkan harus mendapatkan perawatan insentif di klinik setempat. Sebelum dirawat, mereka merasakan keluhan tersebut yang diduga imbas menyantap MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Surya Mataram.
Baca Juga:
Imbas Ratusan Siswa di Lampung Timur Diduga Keracunan MBG, Distribusi Dihentikan Sementara
(And/P1)




