LAMPUNG77.com – Jalan rusak parah di wilayah Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, dijadikan warga sebagai wahana bermain.
Warga juga memasang papan bertuliskan ‘Grand Opening Telaga Sewu Purbolinggo Lampung Timur’ sebagai simbol protes atas kondisi jalan sepanjang sekitar 13 kilometer itu yang dinilai telah lama tidak mendapat sentuhan perbaikan.
Aksi warga ini pun viral di media sosial. Dalam video yang beredar, sejumlah warga termasuk anak-anak tampak bermain di lubang jalan yang tergenang air. Diameter lubang jalan yang digenangi air tampak cukup lebar hingga terlihat seperti kolam kecil.
Salah seorang warga, Suprayitno, mengaku masyarakat setempat sudah jenuh menunggu pembangunan jalan rusak tersebut. Padahal menurutnya, kondisi jalan yang layak akan berdampak positif bagi perekonomian warga, terutama sektor distribusi dan ekspedisi.
“Kami sudah lama menunggu. Pernah dibangun, tapi baru tiga bulan sudah rusak lagi. Habis pemilihan kepala daerah dibangun, tidak lama rusak terus. Akhirnya masyarakat protes lewat media sosial,” kata Suprayitno, Senin (16/2/2026).
Baca Juga:
Jalan Penghubung Antar Desa-Kecamatan di Lampung Timur Rusak, Bertahun-Tahun Tak Diperbaiki!
Respons Bupati Lampung Timur
Usai viral, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah langsung turun ke lokasi. Tak hanya meninjau, ia juga ikut dalam kegiatan gotong royong menimbun jalan berlubang dengan batu serta mengerahkan alat berat berupa ekskavator.
Ela mengaku berterima kasih atas kritik yang disampaikan masyarakat melalui media sosial. Menurutnya hal itu memberikan informasi akurat terkait kondisi di lapangan.
Ia menungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut juga dipengaruhi mobilisasi kendaraan bermuatan berat.
“Apapun bentuknya, pemerintah tetap bertanggung jawab. Saya sebagai bupati dan secara pribadi meminta maaf kepada masyarakat Kecamatan Purbolinggo atas ketidaknyamanan akibat kerusakan jalan ini,” kata Ela.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder dan dunia usaha untuk pembangunan ke depan. Selain itu, aturan terkait tonase kendaraan yang melintas di jalan kabupaten juga akan dibahas dalam rapat koordinasi lintas pihak.
“Kapasitas jalan kabupaten ini ada batas maksimalnya. Jika ada kendaraan melebihi tonase, tentu harus ada solusi dan penegasan aturan. Ini akan kami rakorkan dengan semua pihak,” ujarnya.
Menurut Ela, selain gotong royong sebagai langkah penanganan darurat, pemerintah daerah juga telah menganggarkan dana dalam perencanaan pembangunan sebesar Rp 40 miliar pada APBD 2026 untuk perbaikan jalan tersebut secara menyeluruh.
“Di masa kepemimpinan saya, saya serius untuk pembangunan. Setelah kami lihat langsung, memang kondisinya sangat parah. Wajar jika masyarakat marah,” pungkasnya.
Baca Juga:
Warga Lampung Timur Bangun Jalan Sendiri, Patungan Uang dari Hasil Panen
(And/P1)



