Fakta-Fakta Dugaan Puluhan Santri Keracunan MBG di Lampung Timur
- account_circle Andono
- calendar_month 8 jam yang lalu

Dokumentasi. Para santri di Ponpes Al-Islah, Kecamatan Mataram Baru, Lampung Timur. (Foto: Istimewa)
LAMPUNG77.com – Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Islah Desa Mataram Baru, Kecamatan Mataram Baru, Lampung Timur, mengalami mual, muntah dan lemas, diduga usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) program pemerintah pada Selasa (26/8/2025) lalu.
Akibat kejadian itu, sejumlah santri Ponpes Al-Islah pun harus dilakukan perawatan oleh tim medis kesehatan di wilayah setempat.
Baca Juga: Kata Kapolres Lampung Timur Soal Penyelidikan Kasus Pembunuhan Riyas Nuraini
Berikut fakta-fakta terkait dugaan puluhan santri Ponpes Al-Islah Lampung Timur keracunan MBG:
Penerima MBG 241 Santri
Dari data yang dihimpun, santri Ponpes Al-Islah yang menjadi siswa penerima MBG sebanyak 241 orang. Mereka telah mendapatkan program MBG yang keduakalinya dan menyantap sajian tersebut pada siang hari atau saat jam makan siang.
“Sekitar pukul 18.30 WIB pada hari selasa saat itu, sejumlah 30 santri merasakan mual, muntah dan lemas. Mereka langsung dirawat di Puskes Sribhawono, Labuhan Maringgai dan klinik Budi,” kata M Haidir Luthfi, salah satu Guru Ponpes Al-Islah saat ditemui, (30/8/2025).
Sejumlah Santri Sebelumnya Sakit
M Haidir Luthfi yang juga pengurus ponpes tersebut menuturkan para santri yang tengah dirawat itu bukan disebabkan lantaran usai menyantap MBG, namun karena sebelumnya beberapa Santri di ponpes itu memang dalam kondisi sakit.
“Sebelumnya para santri memang sakit seperti panas, diare hingga disertai mual. Sepertinya makanan yang dikomsumsi dari MBG bukan satu-satunya penyebab mereka seperti keracunan hingga muntah lalu dirawat di Puskesmas,” ujarnya.
Keesokan harinya, pihak dari Dinas Kesehatan bersama kepolisian setempat kemudian mengambil sampel seperti darah serta tinja dari santri untuk diperiksa di Laboratorium. Hal ini dilakukan guna memastikan penyebab yang dialami para santri.
Kondisi Santri Mulai Membaik
Kondisi para santri yang mengalami mual, muntah, dan lemas saat ini kondisinya mulai membaik. Sedangkan kegiatan belajar di ponpes tersebut sementara diliburkan.
“Anakku sebelum merasakan makanan MBG itu memang sempat di rawat 2 hari di klinik lantaran panas disertai diare hingga muntah. Saat ini dia mulai membaik di rumah,” kata Muharir (40), wali dari salah seorang santri asal Kecamatan Labuhan Maringgai.
Saat ini, semua santri diliburkan sementara dari kegiatan belajar mengajar di sekolah dan ponpes tersebut. Informasi terakhir dari para wali santri, saat ini mereka semua dalam kondisi mulai membaik.
Keterangan Pihak Kepolisian
Sementara itu, pihak kepolisian setempat membenarkan bahwa pada hari itu, dapur MBG mendistribusikan sebanyak 3.630 penerima MBG di 37 titik lokasi yang diantaranya adalah di lokasi santri Ponpes Al-Islah tersebut.
“Santri di Ponpes Al-Islah menerima 241 porsi MBG. Namun, laporan yang kami terima hanya di lokasi ponpes itu saja yang mengalami masalah, di tempat lain tidak ada,” kata Iptu Sunarso, KBO Reskrim Polres Lampung Timur, saat dikonfirmasi.
Meski demkian, untuk lebih memastikan semuanya, Iptu Sunarso menyebutkan pihaknya akan menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium dari dinas kesehatan.
Baca Juga: MBG di SDN 3 Perumnas Way Kandis Bandar Lampung Dimulai, Ini Kata Orang Tua Siswa
- Penulis: Andono
- Editor: Iyar Jarkasih