LAMPUNG77.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Lampung pada Agustus 2026.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, mengungkapkan pada bulan Agustus ini tingkat curah hujan di wilayah Lampung diprakirakan cenderung rendah.
“Prakiraan curah hujan bulan Agustus 2026 secara umum berkisar 21 – 100 mm/bulan (kriteria Rendah) dengan sifat hujan bawah normal hingga normal,” kata Rudi, dalam keterangannya, saat dihubungi Lampung77.com, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga:
Kapan Musim Kemarau 2026 di Lampung? Ini Kata BMKG
“Untuk beberapa pekan ke depan, curah hujan akan cenderung rendah, meskipun bukan berarti hujan benar-benar berhenti,” lanjutnya.
Ia menyebutkan berdasarkan prakiraan Stasiun Klimatologi Lampung, curah hujan pada bulan Juli 2026 lalu, secara umum berada pada kisaran 20–150 milimeter per bulan dengan sifat bawah normal. Sedangkan pada Agustus 2026 ini diprakirakan curah hujan turun menjadi sekitar 0–50 milimeter per bulan.
“Ini berarti, memasuki Agustus peluang hari tanpa hujan akan semakin panjang dan curah hujan yang tersedia untuk mengisi kembali cadangan air tanah juga semakin terbatas,” ujarnya.
Di sisi lain, lanjut Rudi, prakiraan cuaca harian tetap memungkinkan adanya hujan lokal pada waktu-waktu tertentu. Sehingga, gambaran iklim untuk jangka panjang dan prakiraan cuaca harian harus dilihat secara bersamaan.
Puncak Kemarau
Rudi sebelumnya mengungkapkan puncak musim kemarau di Lampung diprakirakan akan terjadi pada Juli hingga September 2026.
“Puncak musim kemarau (di Lampung) diprakirakan bulan Juli, Agustus, dan September. Potensi hujan masih ada, tetapi jumlahnya sedikit sekali,” kata Rudi.
Imbauan BMKG
Untuk memghadapi musim kemarau pada tahun 2026 ini, BMKG menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat sebagai berikut:
– Menghemat air dan memperbaiki kebocoran
– Menampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari
– Menggunakan air secara bijak
– Menyesuaikan waktu tanam dan memilih tanaman yang lebih tahan kering
(Yar/P1)






