LAMPUNG77.com – Dua orang mahasiswi Universitas Lampung (Unila) hilang terseret arus Sungai Batu Putu saat bermain di salah satu tempat wisata di Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 13.05 WIB.
Informasi yang diperoleh dari Basarnas Lampung, kejadian itu bermula saat empat orang tengah bermain di sungai. Namun, tiba-tiba debit air meningkat drastis sehingga menyeret seluruh korban. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya hilang terseret arus dan masih dalam pencarian.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung yang menerima laporan adanya peristiwa itu langsung memberangkatkan tim rescue menuju lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Lampung melalui Komandan Tim Rescue, Santosa, mengatakan operasi pencarian kedua korban dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir sejumlah titik strategis, mulai dari Jembatan Sumur Putri, Jembatan PLTD, Jembatan Beton Teluk, hingga Jembatan Kota Karang.
“Penyisiran dilakukan hingga radius kurang lebih 1,5 kilometer dari lokasi kejadian dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD Kota Bandar Lampung, Damkarmat, Polresta Bandar Lampung, PMI, Forum Rescue Relawan Lampung (FRRL) dan masyarakat setempat,” kata Santosa, dalam keterangannya.
Baca Juga:
Seluruh Korban Kapal Tenggelam di Perairan Tegal Mas Lampung Ditemukan, 3 Tewas-14 Selamat
Namun, hingga Rabu (1/4/2026) malam sekitar pukul 19.33 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan memutuskan menghentikan sementara operasi pencarian dan akan melanjutkan kembali pada hari ini, Kamis (2/4/2026) pagi.
Menurut Santosa kondisi di lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi tim, terutama arus sungai yang masih deras meskipun debit air mulai surut. Selain itu, hujan dengan intensitas ringan yang terjadi di wilayah hulu sungai turut memengaruhi kondisi pencarian.
Baca Juga:
Banjir Landa Kota Bandar Lampung
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu yang dapat menyebabkan peningkatan debit air secara tiba-tiba,” ujarnya.
Dua korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Bunga (23) dan Fatmawati (23). sedangkan dua korban selamat adalah Rika Yolanda dan Damayanti.
“Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dalam proses pencarian dengan dukungan peralatan lengkap, termasuk perahu karet, alat selam, dan peralatan deteksi bawah air,” pungkas Santosa.
Baca Juga:
2 Orang Tewas Tenggelam di Pantai Mutun
(Yar/P1)




