LAMPUNG77.com – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meninjau langsung operasional Bandara Radin Inten II, Kamis (8/1/2026).
Peninjauan dilakukan Mirza –sapaan Rahmat Mirzani Djausal– usai ditetapkannya kembali Bandara Radin Inten II Lampung sebagai bandara internasional.
Gubernur Mirza memastikan seluruh aspek pelayanan dan fasilitas siap mendukung penerbangan internasional. Mulai dari terminal penumpang hingga layanan pendukung.
Baca Juga:
Profil Rahmat Mirzani Djausal, Gubernur Lampung 2025-2030
Menurut Mirza, kembalinya status internasional Bandara Radin Inten II menjadi langkah strategis bagi Lampung.
“Langkah ini mendorong pertumbuhan ekonomi. Sekaligus meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,” kata Mirza, dalam keterangan seperti dilihat Lampung77.com di laman Instagram @rahmatmirzanidjausal, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, keberadaan penerbangan internasional akan mempermudah akses warga Lampung ke luar negeri. Kebutuhan penerbangan internasional dari Lampung dinilai cukup tinggi.
Setiap tahun, sekitar 23 ribu jamaah umrah dan lebih dari 7 ribu jamaah haji berasal dari Lampung. Lampung juga memiliki potensi besar di sektor pariwisata.
Baca Juga:
Lembah Hijau Lampung: Harga Tiket, Aktivitas-Fasilitas Wisata, Lokasi dan Rute
Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Lampung diperkirakan mencapai 22 hingga 23 juta orang. Baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Lampung juga menjadi salah satu daerah pengirim tenaga kerja ke luar negeri. Hal ini menjadi potensi trafik penerbangan internasional yang menjanjikan.
Gubernur Mirza menegaskan Lampung ingin terus maju dan tumbuh. Transportasi yang baik menjadi salah satu penopangnya.
“Karena itu, Pemprov Lampung mendorong peningkatan traffic penerbangan dan pembukaan rute internasional,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Mirza meninjau layanan Customs, Immigration, and Quarantine. Layanan ini menjadi standar utama bandara internasional.
Baca Juga:
Ragam Respons Warganet Soal Gubernur Lampung Hapus Uang Komite Sekolah
Lihat postingan ini di Instagram
(Yar/P1)




