Gubernur Lampung Minta Penanganan Karhutla Dipercepat dan Perkuat Mitigasi
- account_circle Lampung77
- calendar_month Senin, 19 Okt 2026 - 18:39 WIB

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LAMPUNG77.com – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dipercepat. Selain itu, langkah mitigasi juga harus diperkuat guna mengurangi dampak resiko bencana yang ditimbulkan.
“Ketika ada bencana, semuanya harus turun dan bertindak dengan cepat. Jangan dibiarkan kebakaran atau bencana terjadi berlarut-larut, segera lalukan mitigasi,” kata Gubernur, dalam konferensi pers di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung, Senin (19/10/2026).
“Sampai musim hujan tiba, kondisi kita harus tetap siaga. Penanganan bencana tidak akan bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Semangat kolaborasi itu harus kita dorong, dengan koordinasi yang baik bersama TNI, Polri, relawan, serta masyarakat di desa, kabupaten, kota, dan kecamatan,” lanjut Gubernur.
Baca Juga: Gubernur Lampung Turun Langsung Cek Kebakaran di Way Kambas, Pastikan Api Tak Meluas!
Gubernur menegaskan penanganan karhutla jangan hanya berorientasi pada pemadaman setelah kebakaran terjadi. Pemerintah daerah perlu memetakan wilayah yang berulang kali terdeteksi memiliki titik panas (hotspot), kemudian meningkatkan sosialisasi dan pencegahan pembakaran sampah maupun lahan selama kondisi cuaca masih kering.
Selain itu, Ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi kebencanaan secara berkala agar masyarakat memperoleh perkembangan yang akurat sehingga setiap kejadian dapat ditangani secepat mungkin dengan mengutamakan keselamatan.
Gubernur menambahkan data titik panas hendaknya tidak hanya digunakan untuk menemukan indikasi kebakaran, tetapi juga sebagai dasar mitigasi. BPBD Provinsi Lampung diminta menyusun pola persebaran titik panas dan menyampaikan hasil pemetaan kepada pemerintah kabupaten/kota agar dapat segera ditindaklanjuti hingga tingkat desa sebagai upaya pencegahan.
Gubernur berharap melalui percepatan pemadaman, pemetaan titik panas, patroli kawasan hutan, dan penguatan koordinasi lintas daerah, karhutla dapat dikendalikan lebih cepat dan kejadian berulang dapat ditekan.
Progres Penanganan Karhutla
Dalam konfrerensi pers tersebut juga diungkapkan bahwa penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, menjadi salah satu prioritas. Hingga 18 Oktober 2026, penanganan telah berlangsung selama 24 hari sejak 25 September, dengan akumulasi luas penanganan melalui jalur darat dan udara mencapai sekitar 315 hektare.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui BPBD Provinsi Lampung mengoordinasikan penanganan bersama BPBD kabupaten/kota, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tim Satgas Darat TNWK, serta mitra swasta dengan total personel sebanyak 350 orang.
Melalui jalur udara, dukungan pemadaman dilakukan menggunakan helikopter water bombing. Hingga 18 Oktober, tercatat sedikitnya 923 kali penyiraman sejak awal penanganan, dengan estimasi area yang terkena siraman sekitar 124 hektare. Sementara itu, pemadaman darat secara akumulatif mencapai sekitar 192 hektare.
Pada 18 Oktober, empat tim darat melakukan pemantauan menggunakan drone, pemadaman di sejumlah titik, serta pembukaan jalur menuju lokasi kebakaran. Berdasarkan pemantauan drone pukul 17.00 WIB, area yang masih terindikasi terbakar atau berasap diperkirakan sekitar 30 hektare. Kondisi vegetasi yang rapat, jarak sumber air sekitar 1,5 kilometer dari titik api, serta keterbatasan peralatan dan logistik menjadi tantangan yang masih dihadapi petugas.
Dukungan operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilaksanakan pada 11–13 Oktober melalui tiga sortie penerbangan dengan penggunaan 3.000 kilogram natrium klorida (NaCl). Namun, penyemaian belum dapat dilanjutkan karena tidak tersedia awan potensial yang memenuhi syarat. Karena itu, upaya pemadaman darat dan udara serta pemantauan kondisi lapangan terus disesuaikan dengan situasi terkini.
Selain di TNWK, penanganan juga dilakukan pada kebakaran lahan di ruas Gerbang Tol Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, pada 16 Oktober. Api telah terkendali pada hari kejadian dan dilanjutkan dengan pendinginan. Berdasarkan laporan terakhir, api telah padam dan tidak lagi menimbulkan asap.
Kebakaran tempat pembuangan sampah (TPS) di Kelurahan Bandar Jaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, pada 18 Oktober juga menjadi perhatian. Kebakaran yang berdampak pada area sekitar 1,5 hektare tersebut ditangani secara terpadu oleh BPBD, petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, pihak swasta, serta dukungan armada dari sejumlah kabupaten/kota. Satu unit ekskavator turut dikerahkan untuk mengurai tumpukan sampah agar petugas dapat menjangkau sumber api. Tidak ada korban jiwa maupun bangunan yang terdampak.
Baca Juga: BMKG: Curah Hujan di Lampung Oktober 2026 Rendah, Ini Sebaran Wilayahnya
(Yar/P1)
- Penulis: Lampung77
