LAMPUNG77.com – Pasokan rumah tapak dijual di Kota Bandar Lampung tercatat sebanyak 3.275 unit pada Juli 2026. Angka ini naik sebesar 8,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Year-on-Year) sebanyak 3.031 unit. Sedangkan secara bulanan (Month-on-Month), pasokan turun tipis 2,5% dibandingkan Juni 2026 yang tercatat 3.359 unit.
Berdasarkan data internal Rumah123, Kecamatan Way Halim mencatat pasokan rumah tapak dijual terbesar di Bandar Lampung dengan 474 unit pada Juli 2026, sekaligus mencatat pertumbuhan pasokan tahunan tertinggi di antara kecamatan dengan volume signifikan, yaitu 25,1% YoY dari 379 unit pada Juli 2025.
Median harga rumah tapak dijual di Way Halim untuk segmen luas bangunan di atas 251 meter persegi turut naik 26,7% YoY, dari Rp3,0 miliar pada Juli 2025 menjadi Rp3,8 miliar pada Juli 2026 (175 listing pada Juli 2026).
Baca Juga:
Perumahan Subsidi Grand Alexandria Garden Lampung Usung Konsep BGH, Pertama di Sumatera!
Kenaikan median harga juga terlihat pada segmen lain. Median harga rumah tapak dijual di Kecamatan Sukabumi untuk segmen luas bangunan di atas 251 meter persegi naik 54,4% YoY, dari Rp1,7 miliar menjadi Rp2,625 miliar (24 listing pada Juli 2026).
Sementara itu, Kecamatan Tanjung Senang mencatat penurunan pasokan tahunan sebesar 16,7% YoY, salah satu penurunan terbesar di antara kecamatan bervolume besar.
Dari sisi minat pencarian (enquiry), Kecamatan Sukarame mencatat proporsi tertinggi di Bandar Lampung, menyumbang 16,7% dari seluruh enquiry rumah tapak dijual di kota tersebut pada Juli 2026, diikuti Way Halim (11,6%) dan Kemiling (11,3%). Konsentrasi minat pencarian ini tidak sepenuhnya sejalan dengan kecamatan yang mencatat pertumbuhan pasokan tertinggi, yaitu Way Halim.
“Way Halim menunjukkan pola yang menarik: pasokan dan harga rumah tapak sama-sama tumbuh dalam setahun terakhir, mengindikasikan permintaan yang cukup kuat di kecamatan tersebut,” kata Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).
“Selisih antara kecamatan dengan pertumbuhan pasokan tertinggi dan kecamatan dengan proporsi enquiry tertinggi menunjukkan bahwa pencari rumah di Bandar Lampung mempertimbangkan faktor di luar ketersediaan unit semata,” lanjutnya.
Baca Juga:
4 Strategi REI Lampung Pacu Pertumbuhan Sektor Properti
(Rls/P1)


