LAMPUNG77.com – Tim Visitasi KONI Pusat meninjau sejumlah venue di Lampung terkait calon tuan rumah PON XXIII tahun 2032.
“Kami melihat beberapa cabor sudah cukup mendukung dari sisi venue. Tinggal dilakukan penyempurnaan agar memenuhi standar,” kata Kolonel Arm Mukhammad Asyik, Koordinator Tim 3 visitasi KONI Pusat, usai meninjau sejumlah venue di Lampung, Rabu (15/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Tim Visitasi KONI Pusat menyambangai sejumlah venue yang ada di Kota Bandar Lampung, serta pembangunan sejumlah venue baru di kawasan Kota Baru, Lampung Selatan, yang diperuntukkan untuk menggelar pertandingan Aeromodeling, Paramotor, Berkuda, dan Baseball.
Tim Visitas KONI Pusat mengingatkan bahwa seluruh pihak agar terus memaksimalkan persiapan. Kolaborasi seluruh stakeholder dinilai menjadi kunci agar kesiapan berjalan optimal.
Selain itu, keberhasilan sebagai tuan rumah tidak hanya diukur dari pelaksanaan pertandingan, tetapi juga dari dampak ekonomi dan prestasi. Sebab itu, dengan persiapan yang matang, Lampung diharapkan mampu mewujudkan sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses ekonomi pada PON 2032.
Baca Juga:
Ini 21 Cabor dan Venue yang Bakal Gelar Pertandingan PON 2032 di Lampung
Tinjau Venue di Metro dan Tulang Bawang
Sementara itu, Tim 1 Visitas KONI Pusat juga meninjau sejumlah venue di Lampung yang berada di Kota Metro dan Kebupatan Tulang Bawang.
Koordinator Tim 1, Kolonel Purn Irfan Bachtiar mengungkapkan bahwa sarana di Kota Metro dan Tulang Bawang memiliki potensi besar memenuhi standar nasional sebagai venue pertandingan. dari hasil survei, Gedung Sesat Agung, Kota Metro, menunjukkan fasilitas yang memadai untuk cabang olahraga bela diri, khususnya Kurash.
Irfan menjelaskan bahwa gedung tersbeut memiliki dua area utama yang fungsional, yaitu Ballroom besar diproyeksikan mampu menampung dua field of play (arena tanding). Sedangkan Ballroom kecil sangat ideal digunakan sebagai area pemanasan atlet.
Sedangkan Fasilitas pendukung juga tersedia lantai basement yang luas, area parkir luar yang berdekatan dengan taman kota, serta fasilitas food court dan toilet yang lengkap. ”Secara teknis, luasan dan fasilitas pendukung di Metro sudah memenuhi syarat untuk arena pertandingan bela diri,” ujarnya.
Sementara itu, untuk lokasi kedua yang ditinjau Tim 1 Visitasi KONI Pusat adalah Lanud Pangeran M. Bun Yamin (Astra Kestra) di Kabupaten Tulang Bawang. Sebagai pangkalan udara, lokasi ini dinilai paling siap untuk menyelenggarakan cabang olahraga spesifik udara.
Menurutnya, meskipun saat ini memiliki landasan rumput (grass strip), area ini sangat memungkinkan untuk menggelar tiga nomor pertandingan yakni Terjun Payung, Terbang Layang dan Gantole.
”Fasilitas Angkatan Udara di sini sudah cukup memadai. Karena ini olahraga spesifik, basis militernya sangat mendukung, tinggal melengkapi beberapa kebutuhan pendukung pertandingan saja,” kata Irfan.
Irfan menyimpulkan bahwa kedua lokasi tersebut masuk dalam kategori bagus dan memenuhi standar minimal sebagai venue pertandingan.
Ia menambahkan bahwa kekurangan kecil yang ada saat ini masih sangat mungkin untuk diperbaiki dan ditingkatkan sebelum pelaksanaan PON 2032 dimulai.
Baca Juga:
Cagub Lampung dan Banten Mirza-Andra Satu Suara Soal Tuan Rumah PON XXIII
(Yar/P1)




