LAMPUNG77.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung menargetkan Kontingen Lampung naik peringkat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di NTB dan NTT.
Sebagai informasi, pada dua pentas PON terakhir, Kontingen Lampung selalu finish di posisi 10 besar. Yaitu, peringkat 10 pada PON 2021 di Papua dengan torehan 14 emas, 10 perak, dan 12 perunggu. Serta, posisi 10 PON 2024 di Aceh-Sumut dengan koleksi 22 emas, 16 perak, dan 30 perunggu.
Pada PON 2028 di NTB dan NTT, KONI Lampung pun bertekad untuk meraih peringkat lebih baik dibandingkan dua perhelatan PON sebelumnya.
Baca Juga:
Daftar Cabor dan Atlet Lampung Peraih Medali di PON XXI Aceh-Sumut 2024
“Target (peringkat) satu digit di PON 2028, lebih baik dari PON sebelumnya,” kata Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, didampingi Wakil Ketua II, Riagus Ria; Wakil Ketua IV, Achmad Chrisna Putra; serta Ketua Bidang Hukum Keolahragaan dan Advokasi, Sopian Sitepu; saat acara buka puasa bersama awak media di Hotel Grand Praba, Bandar Lampung, Rabu (11/3/2026).
Taifik Hidayat menilai target di PON 2028 tersebut cukup realistis bila melihat pencapaian prestasi para atlet Lampung di berbagai event baru-baru ini.
“Melihat (prestasi atlet Lampung) di PON antara seperti PON Beladiri serta beberapa kejurnas, sejumlah cabang olahraga yang kemarin belum dapat medali emas di PON Aceh-Sumut, Insyaallah nanti (PON 2028) biaa memperoleh medali,” ujarnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Taufik pun mendorong setiap cabor untuk aktif mengikuti setiap kejuaraan guna terus mengasah kemampuan para atlet, termasuk menjadi tuan rumah kejurnas.
“KONI mendorong untuk menggelar kejurnas di Lampung dan siap memberikan dukungan kepada cabor,” ujar Taufik.
Hal senada juga disampaikan Riagus Ria terkait target kontingen Lampung di PON 2028. Ia bahkan menyebut akan membentuk tim untuk merekrut kembali atlet-atlet Lampung potensial yang sebelumnya sempat membela daerah lain di PON.
“Target satu digit, mungkin bisa peringkat 7. Karena, sebelumnya kita juga pernah dua kali ada di peringkat 5 besar atau nomor satu di luar Pulau Jawa,” ujar Riagus Ria.
Baca Juga:
Prestasi Kontingen Lampung di PON dari Masa ke Masa
Program KONI 2026
Dalam kesempatan bukber bareng awak media tersebut, Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat juga memaparkan sejumlah program pada tahun 2026. Di antaranya, terkait perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, pencalonan Lampung dan Banten sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032, hingga pelaksanaan PON Beladiri II di Manado, Agustus mendatang.
Terkait Porprov, Taufik mengatakan event olahrgaa terakbar di Provinsi Lampung tersebut kemungkinan akan digelar pada Oktober atau November 2026 dengan Bandar Lampung sebagai tuan rumah.
“Porprov tahun ini kemungkinan pada Oktober atau November dan akan diikuti 15 kabupaten/kota. Kami sudah melakukan verifkasi cabor yang bisa dipertandingkan. Tidak semua karena yang menentukan kualifikasi adalah pengurus cabor yang aktif di 8 kabupaten/kota,” kata Taufik.
“Nanti akan kita bahas detailnya di Rakerprov KONI Lampung, termasuk kemungkinan ada dipertandinhkan cabor tertentu yang mungkin bersifat nasional. Tapi kemungkinan ada 30-35 cabor yang nantinya dipertandingkan di Porprov,” lanjut Taufik.
Sementara itu, soal pencalonan Lampung dan Banten menjadi tuan rumah bersama PON 2032, Taufik mengatakan pihaknya bersama KONI Banten telah resmi melakukan pencaftaran dan sudah menyerahkan berkar-berkas syarat pendaftaran ke KONI Pusat.
Baca Juga:
7 Provinsi di Sumatera Dukung Lampung dan Banten Tuan Rumah PON 2032
Menurutnya, saat ini Lampung dan Banten tengah memasuki tahap kesepakatan dalam pembagian cabang olahraga (cabor) yang nantinya akan dipertandingkan di PON 2032.
“Kami akan segera menyepakati pembagian cabor yang akan dipertandingkan di Lampung dan Banten pada PON 2032. Untuk sementara kita tawarkan ada 26 cabor dipertandingkan di Lamoung, tapi ini masih dalam proses,” ujarnya.
Sedangkan terkait pelaksanaan PON Beladiri II di Manado pada Agutus 2026, Taufik menyebutkan KOntingen Lampung akan menurunkan 7 cabor dari 8 cabor yang dipertandingkan. Adapun 7 cabor tersebut yakni Anggar, Beladiri Campuran, Hapkido, Muaythai, Kurash, Kickboxing, dan Tinju.
Baca Juga:
Resmi! Lampung dan Banten Jadi Bakal Calon Tuan Rumah PON 2032
(Yar/P1)




