LAMPUNG77.com – Seorang warga Pekon Simpang Kanan, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, meninggal dunia setelah tertimpa pohon yang ditebangnya, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
“Korban bernama Kamilin (61), seorang buruh harian yang berdomisili di Pekon Simpang Kanan,” kata Kapolsek Sumberejo Polres Tanggamus AKP Zulkarnaen, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, dalam keterangannya.
AKP Zulkarnain menjelaskan berdasarkan keterangan saksi-saksi, kejadian itu bermula saat korban menebang pohon salam menggunakan alat pemotong kayu. Pada saat proses penebangan, pohon tersebut roboh dan menimpa tubuh korban hingga mengakibatkan luka berat di bagian kepalanya.
Warga yang kemudian melihat korban tergeletak dengan posisi tubuh tertimpa pohon, lantas berteriak meminta bantuan warga lainnya.
“Warga berusaha mengevakuasi korban dengan memindahkan batang pohon yang menimpa tubuh korban dan menghubungi Polsek Sumberejo,” jelasnya.
Kapolsek mengungkapkan, setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya bersama tenaga kesehatan langsung menuju ke TKP. Saat tiba di lokasi, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan awal oleh petugas kesehatan, korban mengalami luka serius di bagian kepala yakni terdapat pembengkakan di kepala bagian belakang samping, serta darah keluar dari hidung dan telinga.
“Korban meninggal dunia diduga akibat tertimpa pohon yang sedang ditebangnya sendiri dan tidak ditemukan unsur tindak pidana,” ungkap Kapolsek.
AKP Zulkarnain menambahkan, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan tindakan autopsi.
“Atas permintaan keluarga, jenazah tidak dilakukan autopsi dan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan di TPU Pekon Simpang Kanan,” ujarnya.
Kapolsek mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan memperhatikan faktor keselamatan saat melakukan aktivitas penebangan pohon guna menghindari kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Baca Juga:
Penampakan Awan Mirip Pusaran di Tanggamus Lampung, Ini Kata BMKG
(Yar/P1)




