LAMPUNG77.com – Ratusan siswa sekolah dan santri pondok pesantren di Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur, Provinsi Lampung, diduga mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Menu apa saja yang dikonsumsi para siswa dan santri tersebut?
Ratusan siswa dan santri di Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur, ini mengalami mual dan sakit perut. Beberapa di antaranya bahkan harus dirawat secara intensif di Klinik kesehatan setempat. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (28/1/2026).
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Surya Mataram, Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur, Rizqi Nanda mengatakan menu yang didistribusikan pada saat hari kejadian tersebut di antaranya adalah nasi putih, ayam suir daun jeruk, tahu goreng, sayur buncis wortel dan buah jeruk.
Baca Juga:
Puluhan Siswa SMKN 5 Bandar Lampung Keracunan MBG, Ini Kata Disdikbud Lampung
Menurutnya, MBG tersebut disalurkan kepada 3.000 lebih penerima anak sekolah setingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, ditambah Ibu hamil pada Rabu (28/1/2026).
“Saat pengolahan makanan semua dalam kondisi Fresh di dapur, lantas kita distribusikan mulai pagi hingga pukul 10.00 WIB,” Kata Rizqi, saat dihubungi Kamis (29/1/2026).
Ia mengaku akan melakukan evaluasi jika memang ada kesalahan dari pengolahan makanan hingga berakibat terhadap para penerima NMG.
“Kita akan evaluasi jika penyebabnya dari MBG yang kita distribusikan. Dinas kesehatan juga sudah melakukan mitigasi serta pemeriksaan beberapa sampel makanannya untuk diuji lab,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa dan santri di wilayah Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur, Provinsi Lampung, mengalami mual dan sakit perut diduga usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Iya, ada 26 orang santri ponpes perempuan yang sedang dirawat di klinik sejak kemarin malam. Rata-rata mereka mengeluhkan mual dan sakit perut,” kata salah satu warga Desa Surya Mataram, Kamis (29/1/2026).

Dari informasi yang diperoleh, keluhan serupa juga dirasakan para siswa di sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP yang menerima program MBG di wilayah tersebut.
“Ratusan siswa di sekolah kami tidak berangkat karena keluhan sakit perut. Bahkan para guru dan saya sendiri juga merasakannya,” kata salah satu Guru SMP di sekolah penerima MBG yang meminta identitasnya tak disebutkan.
Ia mengatakan bahwa para guru dan siswa SMP tersebut mengaku saat menerima MBG pada hari Rabu (28/1/2026) siang, salah satu menu lauk ayam suir dirasakan seperti sudah basi.
Baca Juga:
Ratusan Siswa-Santri di Lampung Timur Mual dan Sakit Perut Diduga Usai Santap MBG
(And/P1)




